Kompas.com - 06/03/2017, 19:51 WIB
Emas dari Bakteri National GeographicEmas dari Bakteri
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Ini fakta yang sudah diungkap 3 tahun lalu di jurnal Nature Chemical Biology. Tapi walau terkesan sudah lama, fakta ini tetap menarik.

Banyak bakteri dikenal menghasilkan senyawa bermanfaat baik untuk membantu pengolahan pangan ataupun obat. Tapi sejauh ini, baru dua jenis bakteri yang dikenal bisa mengubah racun menjadi emas.

Jenis bakteri pertama adalah Cupriavidus metallidurans. Kemampuannya mengumpulkan emas diketahui oleh peneliti dari University of Adelaide, Frank Reith.

Sekitar satu dekade lalu, ia mengetahui adanya bakteri yang hidup di gumpalan emas. Ia penasaran, bagaimana hal itu bisa terjadi.

Lewat hasil riset yang dipublikasikan di Proceeding of the National Academy of Science pada tahun 2009, Reith mengungkap bahwa bakteri itu mengubah senyawa emas klorida yang bersifat racun menjadi emas berharga.

Senyawa emas klorida biasanya terdapat di lokasi pertambangan. Limbah itu masalah. Emas memang berharga jika dijual tetapi bersifat neurotoksik jika masuk ke tubuh manusia lewat lingkungan.

Sementara Nathan Magarvey, ahli biokimia dari McMaster University di Kanada menemukan jenis bakteri kedua yang bisa menghasilkan emas, Delftia acidovarans.

Magarvey lewat publikasinya di Nature Chemical Biology tahun 2013 mengatakan, bakteri D acidovarans akan membentuk lapisan nanopartikel emas di area limbah yang kaya emas klorida.

Analisis yang dilakukan lantas mengungkap bahwa meski sama-sama menghasilkan emas, dua jenis bakteri itu mengumpulkan dengan cara berbeda.

C metallidurans mengumpulkan emas di dalam selnya sedangkan D acidovarans di luar selnya. Namun demikian, dua jenis bakteri itu diduga bersimbiosis untuk "membersihkan" emas dari lingkungan agar bisa hidup.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Lokasi, Karakteristik, dan Jenis Sesar Semangko

Mengenal Lokasi, Karakteristik, dan Jenis Sesar Semangko

Fenomena
Tidak Semua Kasus Dites Whole Genome Sequencing, Seberapa Efektif PCR-SGTF Deteksi Omicron?

Tidak Semua Kasus Dites Whole Genome Sequencing, Seberapa Efektif PCR-SGTF Deteksi Omicron?

Oh Begitu
Putri Nurul Arifin Meninggal Dunia karena Henti Jantung, Apa Saja Penyebab dan Gejalanya?

Putri Nurul Arifin Meninggal Dunia karena Henti Jantung, Apa Saja Penyebab dan Gejalanya?

Kita
Suara Asing Membuat Otak Tetap Aktif Saat Kita Tidur, Studi Jelaskan

Suara Asing Membuat Otak Tetap Aktif Saat Kita Tidur, Studi Jelaskan

Oh Begitu
WHO: Eropa Mungkin Bisa Menuju Akhir Pandemi Covid-19

WHO: Eropa Mungkin Bisa Menuju Akhir Pandemi Covid-19

Oh Begitu
Kakek Tewas Dikeroyok karena Diteriaki Maling, Mengapa Orang Main Hakim Sendiri?

Kakek Tewas Dikeroyok karena Diteriaki Maling, Mengapa Orang Main Hakim Sendiri?

Oh Begitu
Kakek Tewas Dikeroyok, Sosiolog : Main Hakim Sendiri jadi Momen Penyaluran Kekesalan Individu

Kakek Tewas Dikeroyok, Sosiolog : Main Hakim Sendiri jadi Momen Penyaluran Kekesalan Individu

Kita
Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Disebut untuk Rehabilitasi Pecandu Narkoba, Sudah Tepatkah Metode Ini?

Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Disebut untuk Rehabilitasi Pecandu Narkoba, Sudah Tepatkah Metode Ini?

Fenomena
Super Immunity Covid-19, Kombinasi Antibodi Pasca-Infeksi dan Vaksinasi

Super Immunity Covid-19, Kombinasi Antibodi Pasca-Infeksi dan Vaksinasi

Oh Begitu
95 Juta Tahun Lalu, Kepiting Kuno Punya Mata Besar dengan Penglihatan Sangat Tajam

95 Juta Tahun Lalu, Kepiting Kuno Punya Mata Besar dengan Penglihatan Sangat Tajam

Oh Begitu
Pasien Omicron di Jabodetabek Bisa Dapat Pelayanan dan Obat Covid-19 Gratis, Ini Syaratnya

Pasien Omicron di Jabodetabek Bisa Dapat Pelayanan dan Obat Covid-19 Gratis, Ini Syaratnya

Oh Begitu
Skenario Terburuk Gempa Banten yang Mengancam Wilayah Jakarta

Skenario Terburuk Gempa Banten yang Mengancam Wilayah Jakarta

Oh Begitu
Prediksi Ahli soal Covid-19 di Tahun 2022 Setelah Gelombang Infeksi Omicron

Prediksi Ahli soal Covid-19 di Tahun 2022 Setelah Gelombang Infeksi Omicron

Oh Begitu
Gejala Mirip Flu, Kapan Seseorang Harus Melakukan Pemeriksaan Covid-19?

Gejala Mirip Flu, Kapan Seseorang Harus Melakukan Pemeriksaan Covid-19?

Oh Begitu
Vaksin Booster Pfizer Bertahan Lawan Omicron Selama 4 Bulan, Studi Jelaskan

Vaksin Booster Pfizer Bertahan Lawan Omicron Selama 4 Bulan, Studi Jelaskan

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.