Pelestarian Komodo Membantu Menyehatkan Manusia, Ini Penjelasannya

Kompas.com - 06/03/2017, 18:49 WIB
Google ikut merayakan ulang tahun Taman Nasional Komodo ke-37 dengan doodle dan kuis interaktif. GOOGLE.COMGoogle ikut merayakan ulang tahun Taman Nasional Komodo ke-37 dengan doodle dan kuis interaktif.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Kenapa perlu melakukan konservasi komodo? Bukankah dananya besar? Kenapa kita tidak membiarkannya saja punah?

Riset baru yang dipublikasikan di The Journal of Proteome Research bulan Februari 2017 menunjukkan, konservasi tidak hanya bermanfaat untuk kelestarian spesies dan ekosistem tetapi juga memberi manfaat bagi manusia.

Barney Bishop dan Monique van Hoek dari George Mason University di Virginia, Amerika Serikat, mengidentifikasi 48 jenis peptida (penyusun protein) anti bakteri (AMP) dalam darah komodo.

Semua jenis hewan punya AMP. Namun, peptida pada komodo istimewa karena lebih ampuh membunuh bakteri. Peptida itu membuat komodo bisa tetap sehat meski lebih dari 50 jenis bakteri mematikan hidup di mulutnya.

Bishop dan Van Hoek melakukan tes khasiat anti bakteri peptida tersebut. Peptida diujicoba untuk melawan jenis bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus.

Dua bakteri itu oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) tercatat sebagai moyang dari banyak jenis bakteri mematikan, termasuk jenis bakteri yang sudah sulit diatasi dengan antibiotik yang ada saat ini.

"Tujuh peptida menunjukkan aktivitas anti mikroba pada dua jenis bakteri sementara satu hanya bisa melawan S aeruginosa," ungkap peneliti dalam publikasinya akhir Februari lalu.

Temuan ini diharapkan mampu mendorong penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan antibiotik baru yang bisa melawan bakteri yang sudah resisten.

"Kedepannya kita akan fokus menentukan jenis peptida yang akan diproduksi, termasuk untuk pengobatan manusia," imbuh Van Hoek.

Jika jenis peptida tertentu terbukti ampuh, maka peneliti bisa mengembangkan senyawa sintesisnya. Jadi, nanti antibiotik tidak diperoleh dengan mengekstrak darah komodo.

Upaya peneliti mengungkap khasiat anti mikroba peptida dari darah komodo ini disebut bioprospeksi. Intinya, usahanya adalah mengidentifikasi prospek hewan atau tumbuhan untuk manusia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X