Obat Osteoporosis Justru Bikin Tulang Rapuh?

Kompas.com - 03/03/2017, 12:39 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Obat-obatan yang ditujukan untuk mengatasi tulang rapuh alias osteoporis ternyata justru membuat tulang menjadi lebih rapuh. Demikian menurut kesimpulan studi terbaru.

Para ilmuwan dari Imperial College London menguji struktur tulang pada pasien patah tulang panggul yang diobati dengan bisphosphonates.

Ditemukan bukti bahwa obat tersebut terkait dengan retakan kecil, membuat tulang menjadi lebih rapuh dan rentan patah.

Berkurangnya kepadatan tulang sebenarnya merupakan bagian dari proses penuaan, namun ada sebagian orang yang proses kerapuhan tulang itu berjalan lebih cepat. Hal ini akan menyebabkan osteoporosis sehingga risiko patah tulang jadi besar.

Bisposphonates, obat utama untuk osteoporosis, sebenarnya termasuk obat yang sukses dan banyak diresepkan dokter untuk memperlambat proses alami tubuh menghilangkan tulang yang rusak.

Namun, dokter dibuat bingung karena banyaknya jumlah kejadian patah tulang pada pasien yang minum obat itu dalam jangka panjang.

Untuk mengetahui penyebabnya, Dr.Richie Abel mengambil sampel dari 16 pasien patah tulang dan menelitinya. "Yang kami teliti adalah apakah tulang dari pasien bisphosphonate lebih kuat atau lemah dibanding tulang dari pasien yang tidak minum obat itu," katanya.

Hasilnya, tulang dari pasien yang minum bisphosphonate lebih lemah. Ini tentu mengejutkan karena obat itu sejatinya dimaksudkan untuk menguatkan tulang.

"Obat itu sebenarnya bekerja, tetapi juga memicu penumpukan retakan mikro di tulang dan memicu kemungkinan patah tulang," katanya.

Hasil studi ini mengejutkan, namun skala penelitiannya memang kecil dan masih pada tahap awal. Karenanya, untuk saat ini para peneliti mengatakan pasien yang sudah mengonsumsi obat ini tetap dilanjutkan.


Baca tentang


Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X