Jasad Renik Berumur 50.000 Tahun Ditemukan di Gua Kristal

Kompas.com - 27/02/2017, 16:53 WIB
Peneliti melakukan riset di gua kristal Naica di Meksiko. PAPeneliti melakukan riset di gua kristal Naica di Meksiko.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Jauh di bawah permukaan tanah, tepatnya di gua Naica di Meksiko, peneliti tidak menyangka bisa menemukan sebuah kehidupan.

Kehidupan itu berupa mikroba yang terperangkap dalam kristal. Peneliti memprediksi, mikroba tersebut telah hidup di sana lebih dari 50.000 tahun.

Mikroba itu mengalami dormansi selama ribuan tahun, bertahan hidup hanya dalam kantung kecil cairan di struktur kristal. Peneliti kini mengekstraknya dan membangunkannya.

"Mahluk itu begitu luar biasa," kata Penelope Boston, astrobiolog dan Direktur NASA Astrobiologi Institute seperti dikutip dari Science Alert Senin (20/2/2017).

Gua kristal Naica mungkin terlihat indah namun tempat itu juga salah satu tempat yang paling tidak ramah di Bumi. Suhu di sana berkisar 45-65 derajat celcius dan tingkat kelembaban mencapi lebih dari 99 persen.

Tidak hanya suhu tinggi, kondisi lingkungannya juga asam serta gelap gulita. Tanpa sinar matahari, mikroba di dalam gua tidak bisa berfotosintesis.

Sebagai penggantinya, mereka melakukan kemosintesis menggunakan mineral seperti dan belerang dari kristal gipsum raksasa.

"Banyak pihak mengklaim menemukan makhluk hidup purba yang hidup lebih lama, tapi organisme ini betul-betul istimewa, mereka tidak dekat secara genetik dengan organisme yang telah terdata," kata Boston.

Menanggapi temuan tersebut, Lopez-Garzia dari Pusat Riset Sains Nasional Perancis, mengatakan, "Secara prinsip mungkin saja ada mikroba terjebak dalam kristal."

"Namun ada risiko kontaminasi saat pengeboran. Saya sangat skeptis tentang kebenaran temuan ini sampai melihat buktinya," imbuhnya.

Boston dan tim meyakini, mereka telah mengambil tindakan pencegahan yang memastikan pengeboran berada dalam kondisi steril.

Boston juga mengungkapkan bahwa mahluk yang mereka temukan tidak identik dengan mahluk lain yang pernah ditemukan di gua-gua lainnya.

Jika memang terbukti benar, Boston akan memberi petunjuk bahwa Bumi pernah mengalami periode yang ekstrem dan menunjukkan adanya kemungkinan kehidupan dalam kondisi lingkungan yang ekstrem.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X