Kompas.com - 23/02/2017, 17:05 WIB
Ilustrasi. ThinkstockIlustrasi.
EditorBestari Kumala Dewi

Jika terjadi kegagalan, program bayi tabung bisa diulang dengan menggunakan frozen embrio atau embrio yang sudah dibekukan. Sehingga, calon ibu tak perlu menjalankan tahapan proses bayi tabung dari awal.

Ini karena pada saat program bayi tabung sebelumnya, sel telur yang dipetik tidak hanya satu, tetapi semua sel telur yang sudah matang dan siap dibuahi. Sehingga, bisa dihasilkan beberapa embrio.

Meski yang ditanam ke dalam rahim hanya satu atau dua embrio, sisa embrio lainnya bisa dibekukan dan disipan untuk rencana kehamilan berikutnya.

“Yang menarik adalah proses transfer frozen embrio justru angka keberhasilannya lebih tinggi. Karena pada proses transfer frozen embrio tidak dilakukan penyuntikan hormon dan tentu kondisinya menjadi lebih alami,” jelas dokter Iko.

Dokter Iko menjelaskan, tak ada persiapan khusus sebelum dan sesudah melakukan program bayi tabung. “Yang harus dijaga adalah, calon ibu harus rileks dan tidak boleh stres,” ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X