Kompas.com - 19/02/2017, 12:03 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar 2013, terdapat 16.291 kasus kanker pada anak berusia 0-14 tahun. Sayangnya, lebih dari 50 persen datang ke fasilitas kesehatan saat sudah stadium lanjut.

Ketua Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Ira Soelistyo mengatakan, gejala kanker anak umumnya memang tidak khas. Hal itu menyebabkan orangtua kurang menyadari ketika ada tanda-tanda kanker.

Gejala kanker kerap dikira penyakit yang biasa dialami anak. Misalnya, demam, pucat, dan lesu. Akhirnya, saat berobat ke dokter pun tidak langsung diketahui anak memiliki kanker.

"Dokter terkadang juga enggak menyadari. Dikiranya tifus atau demam berdarah, tapi dikasih obat enggak sembuh-sembuh. Banyak yang sudah bolak-balik berobat sana sini dulu baru akhirnya diketahui kanker," papar Ira dalam diskusi di Jakarta, Jumat (17/2/2017).

Selain itu, masih banyak orangtua yang tak tahu jika kanker bisa menyerang anak. Akibatnya, pemeriksaan tidak langsung mengarah pada tenaga kesehatan yang kompeten.

Menurut Ira, sangat penting bagi orangtua dan tenaga kesehatan untuk mengenali gejala kanker pada anak.

"Enggak usah jauh-jauh, di Jakarta yang banyak informasi saja masih ada yang tidak tahu kalau kanker bisa terjadi pada anak," kata Ira.

Ada pula orangtua yang khawatir biopsi dilakukan pada anak untuk memastikan kanker atau bukan. Kemudian, mencoba beralih ke pengobatan alternatif. Akhirnya, pemeriksaan dan tindakan kerap ditunda-tunda.

Dengan menunda pemeriksaan, tanpa disadari kanker bisa bertambah parah dan menyebar ke organ tubuh lainnya. Berbagai hal itulah yang menyebabkan banyak pasien kanker anak datang berobat saat sudah stadium lanjut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.