Kompas.com - 05/02/2017, 20:05 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Seorang astronot yang menghabiskan waktu hampir satu tahun di stasiun luar angkasa internasional mengalami perubahan di tubuhnya. Tampaknya perubahan itu membalikkan satu dari kunci proses-proses penuaan.

Scott Kelly yang memiliki kembar identik seorang pensiunan astronot menghabiskan 340 hari di stasiun luar angkasa antara 2015 dan 2016.

Ilmuwan menggunakan kesempatan itu memonitor perubahan di tubuh Kelly, sementara ia berada di luar angkasa dan dibandingkan dengan yang dialami kembar identiknya. Perbandingan itu ternyata mengejutkan.

Telomere yang terlibat dalam perbaikan DNA rusak, berfluktuasi panjangnya tetapi perlahan memendek ketika seseorang menua, menurun keefektifannya dan meningkatkan risiko kanker.

Tetapi telomere di sel-sel darah putih Kelly lebih panjang dari milik saudara kembarnya ketika ia berada di stasiun luar angkasa.

"Ini benar-benar berlawanan dengan yang kami pikirkan," kata ahli biologi radiasi Susan Bailey.

Radiasi ekstra yang terpapar ke tubuh astronot di luar angkasa diperkirakan menyebabkan pemendekan telomere. Ilmuwan begitu terkejut sehingga mengirimkan sampel tersebut ke laboratorium lain untuk mengecek ulang hasilnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebuah studi yang melibatkan 10 astronot saat ini sedang belangsung untuk mencari tahu apa yang terjadi. Hasilnya mungkin tak ada hubunganya dengan kehidupan di luar angkasa.

Sebuah artikel mengenai riset yang sedang berlangsung mengenai efek luar angkasa terhadap tubuh Kelly diunggah ke situs milik NASA.

Isinya, "mungkin berhubungan dengan meningkatnya olahraga dan berkurangnya asupan kalori selama misi luar angkasa tersebut." Namun ketika kembali ke bumi, telomere memendek lagi, begitu kata artikel itu.

Menariknya, aktivitas telomerase (enzim yang memperbaiki telomere dan mempepanjangnya) meningkat di tubuh kedua kembar identik di bulan November yang mungkin berhubungan dengan kejadian keluarga besar dan penuh stres sekitar waktu itu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Oh Begitu
Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Kita
POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

Oh Begitu
Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Oh Begitu
Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Oh Begitu
Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Oh Begitu
Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Fenomena
Anak-anak Butuh 7 Gelas Air Per Hari, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Anak-anak Butuh 7 Gelas Air Per Hari, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Oh Begitu
Jangan Lewatkan, Malam Ini Puncak Hujan Meteor Delta Aquarid dan Capricornid

Jangan Lewatkan, Malam Ini Puncak Hujan Meteor Delta Aquarid dan Capricornid

Fenomena
Varian Delta Plus Telah Masuk Indonesia, Ini Risikonya Menurut Ahli

Varian Delta Plus Telah Masuk Indonesia, Ini Risikonya Menurut Ahli

Oh Begitu
Letusan Gunung Berapi Super, Perlu Banyak Penelitian untuk Memprediksi

Letusan Gunung Berapi Super, Perlu Banyak Penelitian untuk Memprediksi

Oh Begitu
Pemanasan Global Diprediksi Sebabkan Gelombang Panas yang Intens di Asia Tenggara

Pemanasan Global Diprediksi Sebabkan Gelombang Panas yang Intens di Asia Tenggara

Fenomena
Banyak Hoaks Berkedok Sains Selama Pandemi, Pola Pikir Kritis Bisa Mencegahnya

Banyak Hoaks Berkedok Sains Selama Pandemi, Pola Pikir Kritis Bisa Mencegahnya

Kita
Infeksi pada Mata Disebut Komplikasi Covid-19 Tak Biasa di Brasil

Infeksi pada Mata Disebut Komplikasi Covid-19 Tak Biasa di Brasil

Fenomena
WHO: Anak Muda Mulai Kecanduan Tembakau karena Rokok Elektrik

WHO: Anak Muda Mulai Kecanduan Tembakau karena Rokok Elektrik

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X