Kompas.com - 03/02/2017, 16:31 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Gadis remaja dengan obesitas lebih mungkin mengalami pubertas atau menstruasi dini saat berusia 11 tahun atau lebih muda dan 80 persennya lebih mungkin untuk mengalami menurunan kesuburan pada usia 30-an.

lemak tubuh tidak sehat sejak masih anak-anak hingga remaja juga menempatkan perempuan pada risiko menopause dini, peneliti mengklaim.

“Perempuan yang mengalami pubertas dini, lima kali lebih mungkin untuk menjadi kurang subur di usia 30-an dibandingkan wanita yang memiliki pubertas normal,” tulis peneliti.

Temuan ini merupakan salah satu studi terbesar tentang pubertas dan menopause. Melibatkan lebih dari 50.000 wanita berusia 55 tahun atau lebih dari Inggris, Skandinavia, Australia dan Jepang.

Hasilnya, dalam jurnal Human Reproduction, anak perempuan yang mengalami puber di bawah 11 tahun hampir dua kali lipat berisiko menopause di usia muda. Para peneliti mengatakan, obesitas merupakan salah satu faktor terbesar di balik risiko ini.

Peneliti utama Prof Gita Mishra mengatakan bahwa penelitian telah menemukan obesitas berkaitan dengan pubertas dini.

“Studi kami menarik kesimpulan bahwa pubertas dini memiliki konsekuensi jangka panjang, yaitu ketidaksuburan di usia 30an. Dan untuk menghindari pubertas dini ini, sejak kecil perempuan sebaiknya menjaga berat badan sehat mereka.”

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber The Sun
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
Kapan Orangtua Perlu Waspada terhadap Cerebral Palsy?

Kapan Orangtua Perlu Waspada terhadap Cerebral Palsy?

Kita
Studi Sebut Manusia Tanam Pohon Zaitun Pertama Kali 7.000 Tahun Lalu

Studi Sebut Manusia Tanam Pohon Zaitun Pertama Kali 7.000 Tahun Lalu

Oh Begitu
Contoh Sendi Pelana dan Cara Kerjanya

Contoh Sendi Pelana dan Cara Kerjanya

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.