Stok Obat Leukemia Sering Kosong

Kompas.com - 02/02/2017, 15:02 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

Selain itu, penanganan kanker anak terkendala keterbatasan fasilitas kesehatan. Untuk menjalani kemoterapi, pasien menanti hingga beberapa bulan. Padahal, penanganan kanker berpacu dengan waktu.

Menurut Wakil Ketua Komite Penanggulangan Kanker Nasional Sonar Soni Panigoro, sosialisasi dan edukasi kanker dan cara penanganannya perlu dilakukan secara luas. Sebab, pasien kerap memilih pengobatan alternatif sebelum memutuskan berobat ke dokter karena stadium kankernya meningkat.

Di layanan kesehatan, panduan terapi kanker belum tentu bisa dipraktikkan dokter dan rumah sakit karena sarana terbatas. "Pada penanganan kanker, ada beberapa jenis keterlambatan. Terlambat karena pasien pilih pengobatan alternatif sebelum medis, terlambat lantaran dokter dan RS terhambat sarana, dan pemahaman kanker kurang," ujarnya.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Mohamad Subuh menegaskan, deteksi dini kanker amat penting dalam penanggulangan kanker. Program deteksi dini kanker yang diterapkan luas ialah deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks atau leher rahim. (ADH)


Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 2 Februari 2017, di halaman 14 dengan judul "Stok Obat Leukemia Sering Kosong".

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X