Rumah Singgah Kanker Payudara Mudahkan Pasien Berobat ke RS - Kompas.com

Rumah Singgah Kanker Payudara Mudahkan Pasien Berobat ke RS

Kompas.com - 01/02/2017, 16:05 WIB
Kompas.com/Dian Maharani Rumah Singgah Yayasan Kanker Payudara Indonesia di kawasan Slipi, Jakarta Barat.

 JAKARTA, KOMPAS.com - Pengobatan kanker tak cukup hanya satu atau dua kali. Pasien harus bolak-balik ke rumah sakit. Kondisi tersebut akan sangat memberatkan bagi mereka yang rumahnya jauh dari rumah sakit.

Melihat kondisi itu, Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) mendirikan Rumah Singgah YKPI. Rumah singgah ini terletak tak jauh dari Rumah Sakit Dharmais, Jakarta, tepatnya di Jalan Anggrek Nely Murni Nomor A38, Slipi, Jakarta.

Ketua YKPI Linda Agum Gumelar mengatakan, rumah singgah ini diutamakan untuk pasien kanker payudara. Sebagai survivor kanker payudara, Linda tahu betul betapa beratnya menjalani serangkaian pengobatan. Saat berobat di Belanda, di sana Linda juga tinggal di sebuah rumah singgah.

"Saya melihat banyak sekali teman-teman di rumah sakit yang datang dari daerah. Misalnya mereka harus radiasi 30 kali, mereka harus bolak-balik dan akhirnya cari tempat tinggal yang sesuai biayanya," kata Linda seusai peresmian Rumah Singgah YKPI, Rabu (1/2/2017).

Dokter spesialis bedah onkologi dari Rumah Sakit Dharmais Jakarta, Walta Gautama juga menceritakan, pasien yang kurang mampu bahkan memilih tidur di emperan rumah sakit.

Rumah Sakit Dharmais merupakan pusat rujukan nasional pengobatan kanker yang menerima pasien dari berbagai daerah, mulai dari Papua sampai Aceh. Bagi pasien yang tinggal jauh di luar kota, biaya tentu terkuras habis untuk pengobatan dan transportasi.

"Jadi kalau ada rumah singgah sangat bermakna sekali bagi mereka," kata Walta. Rumah singgah YKPI memiliki kapasitas 28 tempat tidur.

Kompas.com/Dian Maharani Tempat tidur bertingkat di Rumah Singgah YKPI.
Diutamakan untuk pasien kanker payudara stadium 1-3 A dan pasien BPJS kelas 3. Dari rumah ini pasien bisa berjalan kaki ke RS Dharmais atau hanya beberapa menit naik kendaraan.

Untuk biaya kebersihan dan lainnya, pasien hanya dikenakan biaya Rp 15.000 per hari. Namun, apabila tidak mampu bisa dibebaskan dari biaya tersebut.

"Mereka bisa masak juga di sini. Untuk beras dan air putih sudah ada dari kami. Sabub mandi, sabun cuci juga disediakan," kata Linda.

Linda juga berencana mengisi rumah singgah dengan beberapa kegiatan untuk pasien, seperti membuat kerajinan.

Pengelola rumah singgah, Nani Firmansyah menuturkan pendamping pasien juga bisa ikut tinggal di rumah ini.

Nah, bagi pasien yang membutuhkan rumah singgah untuk tinggal, bisa menghubungi ke nomor 08161114512 terlebih dahulu. Bisa juga datang langsung ke rumah singgah pukul 9.00-17.00. 


EditorBestari Kumala Dewi

Close Ads X