Kompas.com - 01/02/2017, 11:00 WIB
Bayi kembar beda ras. kutv.comBayi kembar beda ras.
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Bayi kembar yang berasal dari orangtua beda ras mungkin terlahir dengan warna kulit yang berbeda. Kemungkinan kelahiran campuran ras itu sekitar 1 dari 500.

Sekitar 50 tahun lalu kelahiran bayi kembar berbeda ras mungkin tidak pernah ada. Namun, seiring dengan semakin banyaknya perkawinan campur beda ras, jumlah bayi yang lahir beda ras juga meningkat.

Salah satunya adalah Shirley yang melahirkan bayi kembar laki-laki dan perempuan. Bayi laki-lakinya berkulit hitam, sedangkan bayi perempuannya berkulit putih.

Shirley sendiri memiliki orangtua dengan dua ras yang berbeda, dan suaminya berkulit putih.

Untuk mengungkap bagaimana fenomena genetik ini terjadi, Shirley melakukan tes DNA agar bisa mengetahui lebih banyak tentang profil genetiknya.

Hasil tes DNA-nya menunjukkan bahwa secara genetik ia 50 persen Afrika dan 50 persen Eropa. Ini sebenarnya cukup jarang, dan bisa diketahui bahwa ibunya yang berdarah Afro-Karibia memiliki akar Afrika murni dan nenek moyangnya pindah dari Afrika ke Karibia belum terlalu lama.

Secara umum orang Afro-Karibia memiliki sekitar seperlima Eropa dalam DNA-nya karena sejarah pencampuran ras mulai abad ke-17 dan kolonisasi Inggris di Karibia.

Menurut Dr.Jim Wilson, pakar genetika populasi dari Universitas Edinburgh, pencampuran ras pada gen dari pasangan beda ras bisa terjadi pada kembar non-identik karena mereka berasal dari dua sel telur yang dibuahi dua sel sperma.

Pada kembar tidak identik, bukan hanya fisik mereka yang berbeda, seringkali kepribadian keduanya juga tidak sama. Ini karena setiap bayi membawa kombinasi gen berbeda dari ayah ibunya, sehingga jika orangtuanya beda ras maka warna kulit yang diturunkan juga beda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketahui, Begini Komposisi Pangan Seimbang untuk Mencegah Stunting

Ketahui, Begini Komposisi Pangan Seimbang untuk Mencegah Stunting

Oh Begitu
Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Fenomena
Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Oh Begitu
Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Kita
Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Oh Begitu
Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Kita
Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Fenomena
Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Kita
BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

Fenomena
Kabar Baik, Studi CDC Ungkap Vaksin Covid-19 Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron

Kabar Baik, Studi CDC Ungkap Vaksin Covid-19 Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron

Oh Begitu
Misteri Temuan Mumi Hamil, Bagaimana Janinnya Bisa Ikut Terawetkan?

Misteri Temuan Mumi Hamil, Bagaimana Janinnya Bisa Ikut Terawetkan?

Oh Begitu
Ilmuwan Berencana Hidupkan Mammoth Enam Tahun Lagi, Mungkinkah Terjadi?

Ilmuwan Berencana Hidupkan Mammoth Enam Tahun Lagi, Mungkinkah Terjadi?

Oh Begitu
Teleskop Luar Angkasa James Webb Berhasil Mengorbit Dekat Matahari

Teleskop Luar Angkasa James Webb Berhasil Mengorbit Dekat Matahari

Fenomena
Dahsyatnya Letusan Gunung Bawah Laut Tonga Sebabkan Atmosfer Bumi Bergetar

Dahsyatnya Letusan Gunung Bawah Laut Tonga Sebabkan Atmosfer Bumi Bergetar

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.