Kompas.com - 30/01/2017, 15:36 WIB
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Kebakaran hutan dan lahan yang telah menjadi bencana tahunan mulai diantisipasi oleh sejumlah daerah.

Riau berada dalam status Siaga Darurat pada 24 Januari hingga 30 April 2017. Sejauh ini, Riau menjadi provinsi pertama yang menetapkan status Siaga Darurat.

"Riau punya dua musim kemarau," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, di Jakarta, Minggu (29/1/2017).

Kemarau pertama pada Februari-Maret, lalu Juli-Oktober.

Sebelum status siaga provinsi, dua kabupaten di Riau, Kabupaten Rokan Hulu dan Dumai, menetapkan status serupa. "Kami bertekad tidak ada bencana asap pada 2017," ujar Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman kepada Harian Kompas, Senin (30/1/2017).

Tim Satgas Bencana Riau dipimpin Komandan Korem 031/Wirabima Brigadir Jenderal Nurendi.

Tim melakukan rapat setiap pagi di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru. Dalam rapat, Kepala Kantor Klimatologi Pekanbaru Sugarin memaparkan kondisi lahan dan hutan berdasar pantauan satelit Aqua Terra terbaru.

Dari laporan itu, satgas udara pimpinan Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsekal Pertama Henri Alfiandi akan mengirim pesawat pemantau guna mengecek kepastian titik panas di lapangan.

Tim lantas akan mengirim helikopter pengebom air jika terkonfirmasi ada lahan terbakar.

Tindakan bisa diambil bukan hanya dari laporan klimatologi, tetapi juga laporan dari sub-satgas (kabupaten-kota) melalui grup Whatsapp beranggotakan hampir 200 orang. Sub-satgas akan meminta bantuan bom air apabila tim darat tak mampu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.