Kompas.com - 21/01/2017, 15:00 WIB
EditorLusia Kus Anna

Namun, hingga kini pemakaian dua vaksin itu di Indonesia masih rendah. Selain harganya mahal, vaksin itu belum masuk dalam program imunisasi nasional.

Riset vaksin

Saat ini, PT Bio Farma (Persero) berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran UGM dan Murdoch Childrens Research Institute di Australia mengembangkan vaksin rotavirus.

Menurut Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan Elizabeth Jane Soepardi, diare akibat rotavirus selama ini banyak menyebabkan kematian.

"Pasien diare karena rotavirus mengalami muntah sehingga tidak bisa diberi oralit, harus langsung dibawa ke rumah sakit," ujarnya.

Jane menambahkan, jika uji klinis berhasil, pada 2018 vaksinasi rotavirus akan mulai diberikan bertahap. Karena produksi dalam negeri, pengadaan vaksin rotavirus tak terlalu membebani anggaran.

Rencana pemberian vaksin rotavirus itu jadi bagian dari rencana pemberian vaksin baru dalam lima tahun ke depan.

Sebelum pemberian vaksin rotavirus pada 2018, tahun ini empat vaksin akan diberikan secara bertahap melalui program uji demonstratif. Empat vaksin itu adalah, vaksin human paviloma virus, pneumokokus, rubela atau campak jerman, dan japanese encephalitis. (ADH)


Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 21 Januari 2017, di halaman 14 dengan judul "Waspadai Diare Rotavirus".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.