Kompas.com - 21/01/2017, 15:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS - Diare masih menjadi salah satu penyebab kesakitan dan kematian utama bagi anak usia di bawah lima tahun di banyak negara, termasuk Indonesia. Hampir separuh kasus diare disebabkan rotavirus. Diare berat itu hanya bisa dicegah dengan vaksinasi.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Sri Suparyati Soenarto, Jumat (20/1), di Jakarta, mengatakan, dari surveilans di delapan provinsi tahun 2009-2015 diketahui, setengah dari anak balita diare yang butuh rawat inap mengalami diare akibat rotavirus.

Namun, masyarakat umumnya tak menganggap diare adalah masalah penting. Tak banyak warga mengetahui ada diare yang disebabkan rotavirus.

Diare masih dianggap sebagai penyakit yang tidak mematikan dan bisa diobati. Padahal, diare rotavirus jika tak ditangani secara baik bisa menyebabkan kematian. "Diare karena rotavirus tak bisa diatasi hanya dengan mencuci tangan atau menjaga higienitas," ucap Suparyati.

Rotavirus menyebabkan peradangan di saluran pencernaan dan usus. Rotavirus umumnya menginfeksi usus kecil dan menghancurkan permukaan jaringan usus sehingga penyerapan nutrisi makanan terganggu.

Kebanyakan anak-anak yang terjangkit diare akibat rotavirus mengalami muntah sehingga menghambat terapi rehidrasi dengan oralit. Itu mengakibatkan dehidrasi jadi lebih parah dan bisa berujung kematian.

Penyebab kematian

Di dunia, diare akibat rotavirus menjadi penyebab kematian hampir setengah juta anak balita setiap tahun dan membuat jutaan anak balita lain dirawat. Sekitar 95 persen dari jumlah kasus rotavirus terjadi di negara berpenghasilan menengah ke bawah di Asia dan Afrika yang belum memasukkan vaksin rotavirus ke dalam program imunisasi nasional.

Sementara di Indonesia, menurut riset tahun 2009, rotavirus mengakibatkan sekitar 700.000 atau seperlima kunjungan poliklinik, sekitar 200.000 atau separuh dari jumlah total kasus rawat inap. Rotavirus juga menyebabkan 10.000 atau 4 dari 5 kematian anak balita di Tanah Air.

Sejauh ini, diare akibat rotavirus hanya bisa dicegah dengan vaksinasi. Dua vaksin yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak 2008 kini dipakai negara-negara di dunia. Pada 2009, WHO merekomendasikan pemakaian dua vaksin itu secara luas.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanda dan Gejala Kanker Ovarium yang Harus Dicurigai

Tanda dan Gejala Kanker Ovarium yang Harus Dicurigai

Oh Begitu
Karakteristik Hutan Mangrove yang Harus Kamu Ketahui

Karakteristik Hutan Mangrove yang Harus Kamu Ketahui

Oh Begitu
Tren Peningkatan Kasus Covid-19 di Indonesia, Apakah Akibat Omicron? Ini Kata Kemenkes

Tren Peningkatan Kasus Covid-19 di Indonesia, Apakah Akibat Omicron? Ini Kata Kemenkes

Oh Begitu
Studi Ungkap Polusi Nanoplastik Pertama Kali Terdeteksi di Kutub Bumi

Studi Ungkap Polusi Nanoplastik Pertama Kali Terdeteksi di Kutub Bumi

Fenomena
3 Tahapan Metamorfosis Tidak Sempurna

3 Tahapan Metamorfosis Tidak Sempurna

Oh Begitu
Pengertian Sabana serta Contoh Flora dan Faunanya

Pengertian Sabana serta Contoh Flora dan Faunanya

Oh Begitu
Gempa Talaud Hari Ini Sudah 9 Kali Susulan, BMKG Tegaskan Bukan Gempa Megathrust

Gempa Talaud Hari Ini Sudah 9 Kali Susulan, BMKG Tegaskan Bukan Gempa Megathrust

Fenomena
Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Fenomena
Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Oh Begitu
Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Oh Begitu
Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Oh Begitu
Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Kita
Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

Oh Begitu
Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.