Kompas.com - 17/01/2017, 16:05 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Vitamin C adalah vitamin yang baik untuk membantu Anda menangkal pilek, virus, dan info terbaru, bisa juga untuk terapi kanker.

Penelitian baru ini tidak hanya mengonfirmasi kemampuan vitamin C dalam melawan kanker vitamin, tetapi juga mengungkapkan bagaimana vitamin C dosis tinggi vitamin C bisa berbahaya bagi sel-sel kanker, tetapi tidak berbahaya bagi sel-sel sehat.

Menurut penelitian baru yang telah diterbitkan secara online di jurnal Redox Biology ini, para peneliti dari University of Iowa menemukan bahwa vitamin C mudah rusak, menciptakan hidrogen peroksida, spesies oksigen reaktif yang menyebabkan kerusakan pada jaringan dan DNA.

Namun, menurut penelitian, sel-sel kanker jauh lebih mampu menghilangkan hidrogen peroksida ini dibanding sel-sel sehat yang normal.

Akibatnya, tim percaya bahwa dosis tinggi vitamin C yang diberikan secara intravena bisa efektif dalam membantu melawan kanker ketika digunakan bersama terapi kemoterapi dan radiasi.

"Dalam studi ini kami membuktikan bahwa sel-sel kanker jauh lebih efisien dalam menghilangkan hidrogen peroksida dibamding sel normal. Dengan demikian, sel-sel kanker jauh lebih rentan terhadap kerusakan dan kematian yang disebabkan oleh hidrogen peroksida dalam kadar yang tinggi," kata Garry Buettner, profesor radiasi onkologi dan anggota dari Holden Comprehensive Cancer Center di University of Iowa yang juga terlibat dalam proyek penelitian ini.

"Studi ini juga memerlihatkan bagaimana vitamin C dosis tinggi yang digunakan dalam uji klinis tidak memengaruhi jaringan normal, namun dapat merusak jaringan tumor," jelas Buettner lagi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut penelitian, dosis tinggi vitamin C yang diberikan secara intravena (lewat pembuluh darah) dapat langsung menuju perut, sehingga nutrisinya lebih mungkin memasuki aliran darah.

Para peneliti berencana untuk menguji pengobatan pada pasien pankreas dan kanker paru-paru yang sedang menjalani terapi kemoterapi atau radiasi, untuk melihat apakah ada peningkatan hasil yang positif jika terapi dibarengi dengan pemberian vitamin C dosis tinggi.

Ini bukan pertama kalinya para ilmuwan mengakui kemampuan vitamin C dalam melawan kanker.

Pada 2015, sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Science menemukan bahwa vitamin C juga berguna dalam mengobati sel kanker yang bermutasi pada pasien kanker kolorektal yang tidak merespon jenis pengobatan lainnya.

Tim berharap bahwa suatu hari, vitamin C dosis tinggi dapat menjadi pengobatan standar untuk melawan kanker, sehingga pasien memiliki cara yang lebih aman dan efektif untuk melawan penyakit mereka.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.