Semakin Banyak Anak Usia Sekolah Bermata Minus

Kompas.com - 16/01/2017, 18:56 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Sekitar 20 persen dari anak-anak usia sekolah kini menderita myopia, istilah medis untuk mata minus, jumlah ini naik dua kali lipat dari sepuluh persen pada tahun 1960-an.

Ilmuwan telah memperingatkan, sebagian besar kondisi ini disebabkan karena anak-anak menjadi sangat jarang main di luar rumah, kecuali saat berangkat atau pulang sekolah.

Sehingga, anak-anak tidak mendapatkan cukup manfaat dari cahaya alami untuk mengoptimalkan fokus mereka.

Dalam studinya, ilmuwan dari University College London ilmuwan menemukan, 20 persen anak di bawah 16 tahun telah mengalami myopia.

Para ilmuwan menyerukan, bahwa myopia dapat dinyatakan sebagai sebuah ancaman serius bagi kesehatan masyarakat akibat terlalu banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan dan menatap layar.

Anak-anak juga berisiko memiliki kesalahan bias atau distorsi bola mata yang menyebabkan penglihatan kabur.

Nicola Logan, kelompok riset mata dari Aston University, mengatakan, “Penyebab utamanya bukan karena seringnya membaca atau melihat gadget dalam jarak dekat.”

“Selama orang yang membaca atau melihat layar juga banyak menghabiskan waktu di luar, mata mereka terlindungi. Jadi, intinya adalah perbanyak waktu untuk eksplorasi di luar ruangan,” imbuhnya.



Sumber The Sun

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X