Kompas.com - 16/01/2017, 18:22 WIB
Gajah liar jantan mati dengan gading terpotong di perkebunan sawit afdeling 6 milik PT Dwi Kencana Semesta, Gampong Jambo Reuhat, Kabupaten Aceh Timur, Aceh. DRI/KOMPASGajah liar jantan mati dengan gading terpotong di perkebunan sawit afdeling 6 milik PT Dwi Kencana Semesta, Gampong Jambo Reuhat, Kabupaten Aceh Timur, Aceh.
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Gajah liar jantan mati dengan gading terpotong di perkebunan sawit afdeling 6 milik PT Dwi Kencana Semesta, Gampong Jambo Reuhat, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, Sabtu (14/1/2017) pagi. Gajah yang diduga mati sejak tiga hari lalu itu diduga korban perburuan. Indikasinya, ada tiga bekas luka di bagian tubuh mirip tembakan.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Sapto Aji Prabowo, dihubungi dari Banda Aceh, Minggu (15/1/2017), mengatakan, bangkai gajah pertama kali ditemukan tim BKSDA Aceh ketika mengobati anak gajah liar terluka tembak pada bagian leher di Gampong Jambo Reuhat, Jumat (13/1/2017) petang. Saat ke lokasi pada Sabtu, pukul 10.00 WIB, tim mencium bau bangkai.

Ternyata, bau bangkai berasal dari gajah liar jantan. Saat ditemukan, gadingnya hilang terpotong.

Pihak BKSDA menduga gajah itu korban perburuan. Ada tiga bekas luka di bagian tubuh yang dicurigai luka tembak. Luka itu diduga penyebab kematian gajah. Demi memastikan kebenaran itu, tim BKSDA Aceh melakukan visum. "Visum untuk memastikan penyebab kematian. Jika gagal, akan kami otopsi," ucapnya.

Menurut Sapto, faktor perburuan besar kemungkinan jadi penyebab utama kematian. Apalagi, di Aceh Timur, berulang kali terungkap kasus gajah ditemukan mati. Paling tidak, dua gajah mati di Aceh Timur dari total tiga gajah yang ditemukan mati di seluruh Aceh selama 2016.

"Selama bekerja di Sumatera Utara lima setengah tahun, banyak perburuan terungkap, pelaku dan buruannya dari wilayah Aceh. Namun, tak menutup kemungkinan karena konflik satwa liar dan warga," katanya.

Terus terjadi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kasus gajah liar mati, termasuk dengan gading hilang terpotong, terus terjadi setiap tahun. Data BKSDA Aceh, tiga tahun terakhir ada 22 ekor gajah liar ditemukan mati di seluruh Aceh: tiga ekor selama 2016, sembilan ekor (2015), dan 10 ekor (2014).

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Indonesia Aceh Muhammad Nur menyampaikan, kasus-kasus itu diduga kuat karena konflik antara satwa liar dan warga.

Selain itu, warga juga cenderung kurang paham dengan sanksi hukum memburu ataupun membunuh satwa liar dan manfaat keberadaan satwa itu. "Masyarakat kurang dilibatkan menjaga lingkungan. Keberadaan mereka baru jadi sorotan ketika pihak keamanan mencari tersangka kasus-kasus itu," ujarnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.