Kompas.com - 16/01/2017, 14:00 WIB
Pertunjukan Rumah Hantu Conjuring di Pekan Raya Indonesia (PRI) di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang Selatan, Rabu (26/10/2016). PRI digelar sejak 20 Oktober hingga 6 November mendatang. Dalam acara ini pengunjung dapat menikmati beragam kuliner, hiburan dari 1.000 band, dan berbagai pameran mult iproduk. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIPertunjukan Rumah Hantu Conjuring di Pekan Raya Indonesia (PRI) di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang Selatan, Rabu (26/10/2016). PRI digelar sejak 20 Oktober hingga 6 November mendatang. Dalam acara ini pengunjung dapat menikmati beragam kuliner, hiburan dari 1.000 band, dan berbagai pameran mult iproduk.
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Ketika merasa melihat hantu, jangan takut. Mungkin itu pertanda Anda harus pergi ke dokter mata. Itu bisa jadi gejala sindroma langka yang dapat mempengaruhi siapa saja yang bermasalah dengan penglihatan.

Degenerasi makular, penyebab utama kebutaan, menyebabkan penderitanya kehilangan penglihatan tepi. Tetapi, kondisi ini dan yang lainnya dapat menyebabkan sindroma Charles Bonnet. Ini adalah kondisi ketika kita dapat melihat halusinasi aneh.

David Allamby, seorang dokter bedah mata laser dari London's Focus Clinic yakin pengalaman sureal itu cenderung merupakan hasil dari penyakit itu. Menurutnya, tak mengejutkan bahwa seorang penderita kondisi itu secara alami berasumsi mengalami pengalaman paranormal atau supernatural.

"Tetapi kenyataannya, apa yang mereka lihat adalah gejala penyakit yang tak disadarai. Jika Anda melihat hantu atau juga makhluk luar angkasa, Anda harus memeriksakan mata segera, bukan mencari dukun pengusir setan," katanya.

Ia menjelaskan, penyakit mata seperti glaukoma, katarak dan degenerasi makular menyebabkan seseorang kehilangan penglihatan tepi. Untuk mengompensasi kekurangan informasi yang diterima, otak mencoba mengisi kekurangan itu.

Tetapi hal yang sering terjadi otak akan mengisi hal-hal yang tak ada. Sayangnya, tak banyak dokter yang menyadari hal seperti ini.

Diyakini sampai separuh dari seluruh penderita degenerasi makular, penyebab utama kebutaan pada orang dewasa akan mengalami halusinasi pada satu titik.

Hal itu dapat berupa pola kisi-kisi sederhana, titik-titik berwarna atau gambaran lebih detil dan jelas. Tetapi halusinasi yang dapat berlangsung selama satu jam, bukan wajah orang-orang yang dikenali pasien atau bahkan tidak diambil dari memori.

Kendati tak ada obatnya, sindroma Charles Bonnet biasanya membaik sendiri jika diberi waktu.

Seringkali mereka yang berusia lebih tua gagal melaporkan "halusinasi" itu karena takut didiagnosa menderita dimensia.

Melihat pola aneh dapat juga merupakan tanda migren, efek samping dari stroke, obat-obatan atau penggunaan alkohol.

Salah satu penderitanya adalah pria Kanada bernama Jack Hunter yang penglihatannya mengalami glukoma, katarak dan degenerasi makular. Ia mengatakan,"Saya melihat seorang wanita yang sedang mengepel lantai."

"Yang saya dapat lihat adalah profil wanita berdiri di sana dan satu tangan sedang memegang alat pel. Semakin saya menoleh untuk melihat, penglihatan berkurang. Dan jika saya berusaha keras melihat, semua itu menghilang. Saya tak takut hanya prihatin," katanya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.