Kompas.com - 13/01/2017, 17:35 WIB
Protoceratops andrewsi. AMNH/M. Ellison Protoceratops andrewsi.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Asteroid bukanlah satu-satunya sebab kepunahan dinosaurus 66 juta tahun yang lalu. Peneliti menemukan, lamanya waktu penetasan telur dinosaurus juga berpengaruh.

Penelitian terbaru mengungkap, telur dinosaurus setidaknya membutuhkan waktu 6 bulan untuk menetas, jauh lebih lama dari dugaan sebelumnya yang hanya 11 - 85 hari.

Gregory Erickson, dari Florida State University meneliti dua spesies dinosaurus, Protoceratops, dinosaurus seukuran domba, serta Hypacrosaurus, dinosaurus bebek besar.

Setelah memindai rahang dengan CT Scan, tim mengekstrak beberapa gigi dan mengalisis mereka dengan mikroskop beresolusi tinggi.

Teknik tersebut memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi garis von ebner, garis pertumbuhan yang dimiliki oleh semua hewan.

"Ini adalah garis perkembangan gigi hewan. Semacam lingkaran pohon. Kita bisa menggunakan garis ini untuk melihat tingkat perkembangan dinosaurus," kata Erickson seperti dikutip Science Alert, 3 Januari 2017.

Saat menganalisis, Erickson dan rekannya menemukan bahwa embrio Protoceratops berumur 3 bulan sementara Hypacrosaurus mendekati 6 bulan.

"Ini berarti dinosaurus punya perkembangan lambat. Tiga sampai enam bulan memungkinkan telur terpapar banyak resiko, predator, kekeringan dan banjir. Induk pun berpotensi terekspos banyak resiko," jelas Erickson.

Faktor risiko akan semakin besar dalam kondisi ekstrem, seperti saat tumbukan asteroid terjadi. Dalam kondisi ekstrem, penetasan telur yang lama akan semakin menghambat reproduksi sehingga mengurangi kesintasan.

Dengan kata lain, penetasan telur yang lama serta peristiwa bencana besar asteroid merupakan kombinasi yang menciptakan kepunahan dinosaurus.

Riset ini masih studi awal. Penelitian lanjut diperlukan untuk mengungkap apakah dinosaurus non unggas lainnya juga mengalama masa inkubasi yang lambat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dinilai Pelecehan, IDI Diminta Beri Sanksi Tegas

Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dinilai Pelecehan, IDI Diminta Beri Sanksi Tegas

Oh Begitu
Perangi Pemanasan Global, Ilmuwan Ciptakan Cat Paling Putih di Dunia

Perangi Pemanasan Global, Ilmuwan Ciptakan Cat Paling Putih di Dunia

Oh Begitu
BMKG: Siklon Tropis Surigae Tak Memengaruhi Cuaca Jabodetabek

BMKG: Siklon Tropis Surigae Tak Memengaruhi Cuaca Jabodetabek

Fenomena
5 Menu Sahur yang Menjaga Tubuh Tetap Berenergi Selama Puasa

5 Menu Sahur yang Menjaga Tubuh Tetap Berenergi Selama Puasa

Oh Begitu
Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

Oh Begitu
Okultasi Mars di Malam Ramadhan, Catat Waktunya di Wilayah Indonesia

Okultasi Mars di Malam Ramadhan, Catat Waktunya di Wilayah Indonesia

Fenomena
Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Saksikan Okultasi Mars oleh Bulan Hari Ini

Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Saksikan Okultasi Mars oleh Bulan Hari Ini

Fenomena
Sembelit Selama Puasa, Kenali Tipe, Gejala Sembelit hingga Penyebabnya

Sembelit Selama Puasa, Kenali Tipe, Gejala Sembelit hingga Penyebabnya

Kita
Daftar Wilayah Waspada Banjir di Indonesia, dari Kalimantan hingga Papua

Daftar Wilayah Waspada Banjir di Indonesia, dari Kalimantan hingga Papua

Fenomena
11 Fenomena Hiasi Langit Indonesia Selama Bulan Ramadhan, Catat Jadwalnya

11 Fenomena Hiasi Langit Indonesia Selama Bulan Ramadhan, Catat Jadwalnya

Fenomena
Kekerasan Perawat di Palembang, Ini Sikap Persatuan Perawat Nasional Indonesia

Kekerasan Perawat di Palembang, Ini Sikap Persatuan Perawat Nasional Indonesia

Oh Begitu
Puasa Pasien Pasca-Covid, Ahli Ingatkan Pentingnya Konsumsi Air hingga Kekebalan

Puasa Pasien Pasca-Covid, Ahli Ingatkan Pentingnya Konsumsi Air hingga Kekebalan

Oh Begitu
Vaksin Johnson & Johnson akan Ditinjau CDC, Setelah Laporan Pembekuan Darah

Vaksin Johnson & Johnson akan Ditinjau CDC, Setelah Laporan Pembekuan Darah

Oh Begitu
Monkeydactyl, Dinosaurus Terbang dari China yang Bisa Panjat Pohon

Monkeydactyl, Dinosaurus Terbang dari China yang Bisa Panjat Pohon

Fenomena
Jangan Lewatkan Makan Sahur Sebelum Puasa, Ini Alasannya

Jangan Lewatkan Makan Sahur Sebelum Puasa, Ini Alasannya

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X