Kompas.com - 11/01/2017, 20:05 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

 JAKARTA, KOMPAS com - Pemerintah melalui Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi telah membuka 8 Fakultas Kedokteran baru.

Sayangnya, sekitar 45 persen Fakultas Kedokteran ternyata masih memiliki akreditasi C. Dari 83 Fakultas Kedokteran yang ada saat ini, hanya 17 yang berakreditasi A.

Ketua PB IDI, Prof. Dr. dr Oetama Marsis, SpOG, turut memertanyakan keputusan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang menambah 8 Fakultas Kedokteran baru, sementara masih banyak fakultas dengan akreditasi C.

"Mulanya sudah dibentuk yang namanya panitia seleksi. Dari 36 universitas, yang lulus hanya 3 universitas. Kemudian, ternyata kok jadi 8 univeristas? Ada satu yang tidak melalui proses seleksi. Itu mekanisme yang tidak memenuhi persyaratan," kata Marsis sesusai diskusi di kantor IDI, Jakarta, Rabu (11/01/2016).

Universitas dengan akreditasi C umumnya mengalami masalah kekurangan dosen. Belum lagi jumlah penerimaan mahasiswa kedokteran tidak seimbang dengan jumlah pengajar dan fasilitas yang ada.

Selain itu, di sejumlah daerah juga belum tedapat rumah sakit pendidikan yang memadai untuk mendukung proses belajar para calon dokter.

Menurut Marsis, Undang-undang tentang Pendidikan Dokter harus diperbaiki. Marsis mengungkapkan, dahulu, pemerintah memang mengejar kuantitas dokter untuk mampu menangani jumlah penduduk Indonesia yang sangat banyak.

"Sekarang, jumlah dokter tercapai, jadi kita sudah tidak bicara kuantitas lagi, tapi kualitas," kata Marsis.

Marsis mengatakan, kualitas lulusan dokter harus ditingkatkan, mengingat sebentar lagi akan memasuki era MEA (masyarakat ekonomi Asean).

Sementara itu, Ketua Bidang Kajian dan Advokasi Kebijakan Pendidikan Kedokteran Masa Kini dan Mendatang PB IDI, Dr. Muhammad Akbar, Sp. S (K), Ph.D mengatakan, fakultas kedokteran ibarat pabrik untuk menghasilkan dokter-dokter berkualitas. Untuk itu, upaya peningkatan kualitas dokter harus dimulai dari pabriknya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mundur dari ISS, Rusia Bakal Luncurkan Stasiun Luar Angkasa Sendiri

Mundur dari ISS, Rusia Bakal Luncurkan Stasiun Luar Angkasa Sendiri

Oh Begitu
Keganasan Bisa Ular Bervariasi, Peneliti Ungkap Penyebabnya

Keganasan Bisa Ular Bervariasi, Peneliti Ungkap Penyebabnya

Fenomena
Tapir Betina Masuk ke Kolam Ikan di Pekanbaru, Hewan Apa Itu?

Tapir Betina Masuk ke Kolam Ikan di Pekanbaru, Hewan Apa Itu?

Fenomena
Kopi Liar bisa Lindungi Masa Depan Minuman Kopi dari Perubahan Iklim

Kopi Liar bisa Lindungi Masa Depan Minuman Kopi dari Perubahan Iklim

Fenomena
Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 4 Meter dari Aceh hingga Papua

Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 4 Meter dari Aceh hingga Papua

Oh Begitu
63 Gempa Guncang Samosir Sejak Januari 2021, BMKG Pastikan Gempa Swarm

63 Gempa Guncang Samosir Sejak Januari 2021, BMKG Pastikan Gempa Swarm

Fenomena
Meneladani Kartini, Para Peneliti Perempuan Berjuang untuk Kemajuan Riset di Indonesia

Meneladani Kartini, Para Peneliti Perempuan Berjuang untuk Kemajuan Riset di Indonesia

Oh Begitu
Perbedaan Porang, Iles-iles, Suweg, dan Walur, dari Ciri hingga Manfaatnya

Perbedaan Porang, Iles-iles, Suweg, dan Walur, dari Ciri hingga Manfaatnya

Oh Begitu
Jadi Penyebab Wafatnya Kartini, Angka Kematian Ibu di Indonesia Masih Tinggi

Jadi Penyebab Wafatnya Kartini, Angka Kematian Ibu di Indonesia Masih Tinggi

Oh Begitu
Polemik Usai Terbitnya Buku Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang

Polemik Usai Terbitnya Buku Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang

Oh Begitu
Cita-cita Kartini yang Tercapai Usai Kepergiannya

Cita-cita Kartini yang Tercapai Usai Kepergiannya

Kita
Korban Bencana NTT Dapat Bantuan Sebungkus Mi Instan dan 1 Butir Telur, Ahli Gizi Rekomendasikan 3 Makanan Bergizi

Korban Bencana NTT Dapat Bantuan Sebungkus Mi Instan dan 1 Butir Telur, Ahli Gizi Rekomendasikan 3 Makanan Bergizi

Oh Begitu
Asal-usul Nama Jepara, Berasal dari Kata Ujungpara hingga Jumpara

Asal-usul Nama Jepara, Berasal dari Kata Ujungpara hingga Jumpara

Oh Begitu
Kisah Sitisoemandari Soeroto, Korbankan 4 Tahun Tuliskan Biografi Kartini

Kisah Sitisoemandari Soeroto, Korbankan 4 Tahun Tuliskan Biografi Kartini

Kita
Hobi Mumikan Kucing, Apa Alasan Orang Mesir Kuno Lakukan Itu?

Hobi Mumikan Kucing, Apa Alasan Orang Mesir Kuno Lakukan Itu?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X