Kompas.com - 09/01/2017, 20:07 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Pasangan yang menunggu kehamilan perlu memerhatikan jumlah jam tidur mereka, terutama bagi sang pria, ungkap sebuah penelitian baru.

Para peneliti menemukan, bahwa pria yang mendapatkan terlalu sedikit atau terlalu banyak tidur dapat menurunkan peluang pasangan untuk hamil sebanyak 42 persen selama 12 bulan sebanyak 42 persen, menurut penelitian yang dipresentasikan pada konferensi tahunan American Society for Reproductive Medicine.

Sedangkan, pria yang mendapat 8 jam jam tidur per malam memiliki tingkat kemungkinan paling tinggi untuk mencapai kehamilan pasangan mereka, kata penulis studi Lauren Wise, seorang profesor di Departemen Epidemiologi di Boston University School of Public Health.

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa kesuburan pria berkaitan dengan tidur malam yang baik," katanya.

Studi ini merupakan yang pertama dalam merekam durasi tidur pria dan mengaitkannya dengan kemampuan mereka untuk mencapai kehamilan dengan pasangan, kata Wise.

Selama studi, tim peneliti Wise melibatkan 790 pasangan yang berencana untuk hamil dari 50 negara bagian di AS dan 10 provinsi di Kanada.

Pasangan diminta untuk menjawab serangkaian pertanyaan tentang pola tidur mereka dan gaya hidup dalam survei online.

Para peneliti menindaklanjuti survey dengan mengamati langsung pasangan selama satu tahun untuk melihat seberapa cepat mereka mencapai kehamilan.

Hasilnya, pria yang melaporkan tidur hanya 6 enam jam semalam atau bahkan 9 jam atau lebih semalam, 42 persen lebih kecil kemungkinannya untuk membuat pasangan mereka hamil dalam bulan tertentu dibandingkan dengan pria yang tidur delapan jam semalam.

"Kita tidak bisa mengesampingkan kemungkinan adanya faktor-faktor yang tidak terukur lainnya yang memengaruhi, tapi kami mengontrol berbagai variabel terukur dari pihak pria maupun wanita," jelasnya.

Para peneliti juga meminta responden melaporkan tentang risiko infertilitas, kebiasaan tidur perempuan, riwayat merokok, penggunaan alkohol, stres, aktivitas fisik, apakah orang itu sebelumnya telah menjadi ayah dari seorang anak, seberapa sering pasangan melakukan hubungan seks, serta faktor-faktor lainnya.

Peneliti menemukan bahwa bahkan setelah mengendalikan semua variabel, hubungan antara kebiasaan tidur seseorang pria dan peluang pasangannya untuk hamil tetaplah ada.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.