"Heroin Digital" Bisa Merusak Hubungan Orangtua dan Anak

Kompas.com - 04/01/2017, 19:45 WIB
Ilustrasi anak main gadget. ThinkstockIlustrasi anak main gadget.
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Seberapa sering atau berapa lama anak-anak Anda menggunakan gawai? Entah itu bermain game atau menonton video.

Mereka biasanya akan marah ketika diminta berhenti bermain gawai. Jika itu terjadi, mungkin anak Anda sudah kecanduan digital.

Dalam bukunya, penulis yang juga ahli kondisi kecanduan, Nicholas Kardaras menyebut masalah itu sebagai "heroin digital" atau kecanduan digital.

Masalahnya, dalam penelitian terbaru oleh sejumlah psikolog di Inggris, "heroin digital" dinilai bisa merusak hubungan antara orangtua dan anak.

Para peneliti dari University of Sussex membandingkan 24 anak-anak yang memilili kebiasaan membaca buku cerita bersama ibu mereka dan anak-anak yang membaca melalui gawai.

Peneliti menemukan perbedaan terkait interaksi antara orangtua dan anak, seperti canda tawa dan cara menunjukkan kasih sayang.

Bagi anak yang sudah mengalami kecanduan digital, orangtua pasti akan sulit untuk memisahkan anak dengan layar digital. Pertengkaran justru bisa terjadi antara anak dan orangtua.

Anak juga menjadi lebih cuek dengan kehidupan sosialnya, termasuk dengan orangtuanya di rumah. "Heroin digital" benar-benar bisa menyita waktu berharga antara anak dan orangtua.

Orangtua tak bisa tinggal diam. Bahkan Steve Jobs sekalipun mengaku membatasi penggunaan teknologi oleh anak-anaknya di rumah.

Kepada The New York Times, Steve Jobs mengatakan, anak-anaknya sendiri tak pernah diminta mencoba penemuan terbarunya saat itu, yaitu iPad.

Menurut Nicholas, orangtua harus disiplin dan konsisten dalam membatasi waktu menatap layar gawai.

Bagi anak di bawah 18 bulan, sebaiknya tidak dibiarkan menggunakam gawai. Hal itu pun sesuai anjuran American Academy of Pediatrics.

Jangan biasakan mendiamkan anak yang rewel dengan memberikan gawai. Ketergantungan pada layar gawai bisa menghambat perkembangan kognitif dan emosional pada anak di bawah 18 bulan.

Akan tetapi, orangtua juga perlu menjadi contoh bagi anak. Ayah dan ibu sebaiknya juga membatasi penggunaan gawai, apalagi saat sedang bersama anak.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X