Kompas.com - 19/12/2016, 11:46 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Jangan sepelekan menumpuknya kuman di rongga mulut. Bukan hanya menyebabkan gigi berlubang, infeksi pada gusi ternyata juga memicu artritis.

Penelitian baru menemukan gosok gigi dapat mencegah penyakit artritis. Para ahli mengatakan penemuan ini menambah bukti reumatoid artritis berhubungan dengan kebersihan gigi.

Infeksi A actinomycetemcomitans penyebab penyakit gusi memproduksi protein penyebab kekacauan di sistem kekebalan tubuh. Citrulilination yang mengatur produksi protein tersebut diketahui terjadi secara alami dalam tubuh. Namun, pada pasien reumatoid artritis proses tersebut menjadi overeaktif, menyebabkan inflamasi dan kerusakan jaringan. Begitu laporan para peneliti dari John Hopkins University.

Dalam studi baru itu, peneliti menemukan kejadian itu dengan jelas pada sampel pasien penyakit gusi. Namun peneliti memperingatkan lebih dari separuh peserta penelitian dengan reumatoid artritis belum terinfeksi.

Menurut mereka, ini mengindikasikan bakteri lain di usus, paru-paru atau di organ lain dapat menyebabkan nyeri persendian.

Filipina Andrade dari John Hopkins University berkata, "Ini seperti meletakkan potongan-potongan terakhir puzzle rumit yang sudah dikerjakan bertahun-tahun." Penemuan yang diterbitkan di jurnal Science Translational Medicine ini bakal berdampak pada pencegahan dan pengobatan reumatoid artritis.

Penyakit reumatoid artritis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh gagal dan menyerang sel penyebab persendian kaku dan nyeri. Lebih dari 700.000 orang di Inggris menderita penyakit ini dan paling banyak diderita lansia.

Pemimpin penelitian, Dr Maximillian Konig yang saat ini di Massachusetts General Hospital mengatakan, "Penelitian ini membuat kita semakin dekat pada agar penyebab penyakit reumatoid artritis."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Buaya Termasuk Dinosaurus?

Apakah Buaya Termasuk Dinosaurus?

Oh Begitu
Apa Saja Manfaat Bermain Puzzle untuk Anak?

Apa Saja Manfaat Bermain Puzzle untuk Anak?

Oh Begitu
Tikus Diduga Menjadi Inang Virus Langya di China, Ini Kata Peneliti

Tikus Diduga Menjadi Inang Virus Langya di China, Ini Kata Peneliti

Oh Begitu
Vaksinasi Vs Infeksi, Mana yang Lebih Meningkatkan Antibodi Covid-19?

Vaksinasi Vs Infeksi, Mana yang Lebih Meningkatkan Antibodi Covid-19?

Oh Begitu
4 Alasan Tubuh Perlu Istirahat dari Rutinitas Olahraga

4 Alasan Tubuh Perlu Istirahat dari Rutinitas Olahraga

Oh Begitu
Studi Sebut Benua Tercipta dari Meteorit Raksasa yang Tabrak Bumi

Studi Sebut Benua Tercipta dari Meteorit Raksasa yang Tabrak Bumi

Oh Begitu
Kelapa Genjah, Kenali Karakteristik dan Varietasnya

Kelapa Genjah, Kenali Karakteristik dan Varietasnya

Oh Begitu
Fosil Tulang Mammoth di New Mexico Ungkap Pembantaian yang Dilakukan Manusia

Fosil Tulang Mammoth di New Mexico Ungkap Pembantaian yang Dilakukan Manusia

Fenomena
Sero Survei Ungkap 98,5 Persen Penduduk Indonesia Memiliki Antibodi Covid-19

Sero Survei Ungkap 98,5 Persen Penduduk Indonesia Memiliki Antibodi Covid-19

Oh Begitu
Peringatan Dini Gelombang Tinggi dari Sabang hingga Perairan Yogyakarta

Peringatan Dini Gelombang Tinggi dari Sabang hingga Perairan Yogyakarta

Fenomena
6 Dampak Perubahan Iklim pada Terumbu Karang

6 Dampak Perubahan Iklim pada Terumbu Karang

Fenomena
Jangan Lewatkan Puncak Hujan Meteor Perseid 13 Agustus, Begini Cara Menyaksikannya

Jangan Lewatkan Puncak Hujan Meteor Perseid 13 Agustus, Begini Cara Menyaksikannya

Fenomena
98,5 Persen Masyarakat Indonesia Miliki Antibodi Covid-19, Perlukah Vaksin Booster Kedua?

98,5 Persen Masyarakat Indonesia Miliki Antibodi Covid-19, Perlukah Vaksin Booster Kedua?

Fenomena
[POPULER SAINS] BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan | Harta Karun di Kapal Karam | Fenomena Supermoon Sturgeon Moon | Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun

[POPULER SAINS] BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan | Harta Karun di Kapal Karam | Fenomena Supermoon Sturgeon Moon | Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun

Oh Begitu
BRIN sebagai Ruang Kolektif Riset dan Inovasi Indonesia

BRIN sebagai Ruang Kolektif Riset dan Inovasi Indonesia

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.