Kompas.com - 14/12/2016, 19:01 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

Istilah sindrom beauty parlor pertama digunakan pada 1993 oleh seorang dokter saraf AS, Dr Michael Weintraub.

Ia menerbitkan sebuah survei yang menggambarkan lima kejadian terpisah di mana wanita usia antara 54 dan 84 tahun dirawat di rumah sakit setelah rambutnya dicuci di salon.

Empat dari lima wanita itu menderita stroke yang menyebabkan kerusakan permanen di otak.

Tyler menyerukan kesadaran akan risiko stroke ini di kalangan para penata rambut dan kemungkinan bagi konsumen untuk cuci rambut dengan wajah menghadap ke depan.

Sementara ada saran lain bagi penata rambut untuk menyediakan bantalan di tempat cuci rambut.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.