5 Gejala Infeksi Sinus yang Penting Diketahui

Kompas.com - 13/12/2016, 09:05 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Gejala infeksi sinus seperti pilek dan hidung gatal dan tersumbat, kelelahan, sulit tidur, demam dan dahak, sering tumpang tindih dengan gejala penyakit lain seperti alergi dan flu.

Tapi, ada beberapa gejala unik yang dapat menjadi penanda khusus dari infeksi bakteri sinus yang biasanya perlu diobati dengan antibiotik.

Biasanya, awal infeksi sinus disebabkan oleh virus, sama halnya dengan pilek atau flu. Virus ini kemudian membuat cairan lendir Anda begitu tebal sehingga menyulitkan pernapasan.

"Kemudian bakteri tumbuh di lendir atau mukosa itu. Begitulah cara virus berubah menjadi infeksi bakteri," jelas Erich Voigt, M.D., direktur divisi THT di NYU Langone Medical Center.

Karena virus tidak bisa dienyahkan antibiotik, dokter akan memastikan apakah Anda benar-benar mengalami infeksi bakteri sebelum mereka memberikan obat-obatan.

Biasanya, dokter akan mengonfirmasi gejala dan mungkin juga mengambil sample lendir Anda untuk diperiksa. Kabar baiknya adalah, infeksi bakteri dapat dengan mudah diobati dengan antibiotik.

Jadi bagaimana Anda bisa tahu bahwa yang Anda derita adalah infeksi sinus, bukan alergi atau flu biasa? Berikut adalah gejala khas infeksi sinus.

1. Gejala seperti flu yang bertahan lebih dari seminggu

Biasanya, infeksi sinus dimulai dengan gejala flu yang klasik seperti hidung tersumbat, demam, gatal di tenggorokan, merasa lelah dan sakit otot," kata Voigt.

Umumnya, gejala flu akan membaik setelah tiga sampai lima hari, atau paling lama tujuh hari. Jika tidak, atau gejala semakin parah, kemungkinan itu adalah infeksi bakteri.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber SELF
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X