Kompas.com - 08/12/2016, 14:09 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Pada 2013, dua orang kakak-beradik dari kota Wisconsin meminta agar pengadilan membuka persidangan, karena pemerintah merekomendasikan rakyatnya untuk melakukan vaksinasi HPV sejak kanak-kanak untuk mencegah kanker serviks.

Anjuran ini, menurut mereka, adalah sumber malapetaka karena menyebabkan mereka mengalami gangguan kesuburan.

HPV adalah infeksi menular seksual yang paling sering terjadi. Banyak infeksi HPV bisa sembuh sendiri tanpa efek sakit. Tetapi, beberapa strain HPV diketahui dapat memicu kanker genital dan mulut yang mematikan, juga memicu kanker serviks.

Sejak 2007, American Academy of Pediatrics merekomendasikan pemberian vaksin HPV untuk anak perempuan sejak usia 11 atau 12 tahun. Kemudian, AAP merekomendasikan pemberian vaksin yang sama untuk anak laki-laki di usia yang sama.

Vaksin ini diberikan kepada anak-anak sebelum mereka mulai berhubungan seks, karena vaksin tidak dapat bekerja melawan infeksi HPV yang sudah terlanjur ada.

Vaksin HPV yang mereka sebut sebagai penyebab terjadinya isu kesuburan adalah vaksin merk Gardasil. Vaksin HPV diberikan sebanyak tiga dosis untuk anak usia 11-12 tahun.

Kasus Madelyne Meylor, 20, dan Olivia Meylor, 19, dari Mount Horeb, Wisc., disidangkan di Pengadilan Federal AS di Washington, DC, dengan melibatkan para ahli bidang vaksin.

Menurut jaksa Mark Krueger, kedua wanita itu mengatakan, mereka mengalami kegagalan ovarium prematur di usia 16 tahun disebabkan oleh tiga dosis Gardasil yang mereka terima.

Kegagalan ovarium prematur adalah suatu kondisi di mana ovarium seorang wanita berhenti berfungsi sebelum usia 40. 

Kegagalan ovarium prematur dan menopause dini adalah dua kasus yang berbeda. Menopause dini terjadi saat periode menstruasi berhenti di usia sebelum 40 tahun dan Anda tidak mungkin lagi hamil.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rangkuman Gempa Signifikan Sepekan Terakhir, Apa Saja?

Rangkuman Gempa Signifikan Sepekan Terakhir, Apa Saja?

Fenomena
BPOM: Pfizer dan AstraZeneca Sudah Bisa untuk Booster Vaksin Covid-19 Jenis Lain

BPOM: Pfizer dan AstraZeneca Sudah Bisa untuk Booster Vaksin Covid-19 Jenis Lain

Oh Begitu
Cuaca di Indonesia: Potensi Curah Hujan pada 19-24 Januari 2022

Cuaca di Indonesia: Potensi Curah Hujan pada 19-24 Januari 2022

Fenomena
Gempa Megathrust Selat Sunda Bisa Memicu Gelombang Tsunami, Ini Saran Mitigasi Menurut Ahli

Gempa Megathrust Selat Sunda Bisa Memicu Gelombang Tsunami, Ini Saran Mitigasi Menurut Ahli

Fenomena
Penjelasan Ilmiah Mengapa Gempa Dapat Mengakibatkan Tsunami

Penjelasan Ilmiah Mengapa Gempa Dapat Mengakibatkan Tsunami

Fenomena
Gempa Bumi: Penyebab, Jenis, Karakteristik, hingga Dampaknya

Gempa Bumi: Penyebab, Jenis, Karakteristik, hingga Dampaknya

Oh Begitu
2 Kematian Flu Burung H5N6 Dilaporkan China, 3 Pasien Dirawat Intensif

2 Kematian Flu Burung H5N6 Dilaporkan China, 3 Pasien Dirawat Intensif

Fenomena
Cara Cek dan Download Sertifikat Vaksin Booster di PeduliLindungi

Cara Cek dan Download Sertifikat Vaksin Booster di PeduliLindungi

Oh Begitu
Ahli Peringatkan Kepunahan Massal Keenam Sedang Berlangsung di Bumi

Ahli Peringatkan Kepunahan Massal Keenam Sedang Berlangsung di Bumi

Fenomena
Usai Matahari, China Bakal Bikin Bulan Tiruan

Usai Matahari, China Bakal Bikin Bulan Tiruan

Oh Begitu
Analisis Ulang Ungkap Dinosurus Lapis Baja Bergerak Lambat dan Tak Bisa Mendengar

Analisis Ulang Ungkap Dinosurus Lapis Baja Bergerak Lambat dan Tak Bisa Mendengar

Oh Begitu
Inti Dalam Bumi Lebih Cepat Mendingin, Apa Dampaknya?

Inti Dalam Bumi Lebih Cepat Mendingin, Apa Dampaknya?

Fenomena
[POPULER SAINS]: Kunci Penting Menurunkan Berat Badan | Peringatan Tsunami Tonga Dicabut | Riset Vaksin Booster

[POPULER SAINS]: Kunci Penting Menurunkan Berat Badan | Peringatan Tsunami Tonga Dicabut | Riset Vaksin Booster

Oh Begitu
Gurita Paling Langka Ini Menampakkan Diri di Great Barrier Reef

Gurita Paling Langka Ini Menampakkan Diri di Great Barrier Reef

Fenomena
Update Vaksin Booster, Regimen Tambahan Vaksin Pfizer dan AstraZeneca Disetujui BPOM

Update Vaksin Booster, Regimen Tambahan Vaksin Pfizer dan AstraZeneca Disetujui BPOM

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.