Kompas.com - 02/12/2016, 15:00 WIB
Aktivis mengelar aksi peringatan Hari AIDS di kawasan Nol Kilometer, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta, kamis (1/12/2011). Aksi yang diikuti oleh sejumlah elemen itu menyerukan hak-hak Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang digelar tahunan tiap 1 Desember. TRIBUN / HASAN SAKRI GHOZALIAktivis mengelar aksi peringatan Hari AIDS di kawasan Nol Kilometer, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta, kamis (1/12/2011). Aksi yang diikuti oleh sejumlah elemen itu menyerukan hak-hak Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang digelar tahunan tiap 1 Desember.
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyebaran AIDS di Indonesia ditargetkan berakhir pada tahun 2030. Karena itu, upaya pencegahan penularan HIV/AIDS ditekankan kepada negara-negara anggota Organisasi Kesehatan Dunia.

Sayangnya, kasus HIV/AIDS di Indonesia belum juga mengalami penurunan. Data tahun 2005 hingga Desember 2015, tercatat ada 191.073 orang dengan HIV/AIDS di Indonesia.

Menurut Ketua Program Yayasan AIDS Indonesia dr. Sarsanto W Sarwono, SpOG, data tersebut sebenarnya seperti fenomena gunung es. Jumlah ODHA yang tidak tercatat diperkirakan lebih dari itu.

Untuk menurunkan angka kasus HIV/AIDS di Indonesia, ada rumus ABCDE yang selama ini disosialisasikan sebagai cara pencegahan HIV/AIDS.

- A (abstinace) adalah tidak berhubungan seks di luar nikah. Sarsanto mengatakan edukasi mengenai HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi dilakukan mulai dari siswa siswi SMP.

- B (be faithful) adalah saling setia pada pasangan. Sarsanto menjelaskan, banyak pria yang suka "jajan" di luar dan tidak menggunakan kondom sehingga dapat membawa virus saat pulang ke rumah. HIV kemudian bisa menular ke istri di rumah saat berhubungan seksual. Untuk itu, setia pada pasangan atau tidak bergonta-ganti pasangan berhubungan seks juga menjadi kunci pencegahan HIV.

- C (condom), yaitu penggunaan kondom saat berhubungan seksual. Penggunaan kondom ini dinilai sangat efektif mencegah penularan HIV. Sarsanto mengungkapkan, Thailand sukses menurunkan angka HIV karena melakukan kampanye membagikan kondom gratis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kondom itu satu-satunya yang efektif mencegah penularan dalam hubungan seks," kata Sarsanto. Namun, di Indonesia kampanye menggunakan kondom bisa menimbulkan kontroversial, seperti yang pernah dialami mantan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi.

- D (don't use drugs) atau tidak memakai narkoba. Kasus penularan HIV juga banyak terjadi pada pengguna napza suntik secara bergantian.

- Terakhir, yaitu E (equipment) yang artinya menggunakan peralatan steril. "Kalau mau akupuntur atau tato jangan pakai jarum orang lain, pakai jarum sendiri," ujar Sarsanto.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bisa Jadi Sarang Kuman, Inilah Benda-benda Paling Kotor di Rumah

Bisa Jadi Sarang Kuman, Inilah Benda-benda Paling Kotor di Rumah

Oh Begitu
Penyebab dan Cara Mengatasi Biang Keringat

Penyebab dan Cara Mengatasi Biang Keringat

Kita
Ahli Ungkap Islandia Bagian Benua yang Tenggelam 10 Juta Tahun Lalu

Ahli Ungkap Islandia Bagian Benua yang Tenggelam 10 Juta Tahun Lalu

Oh Begitu
Banyak Lansia di Indonesia, Tenaga Kesehatan Harus Paham Pentingnya Healthy Aging

Banyak Lansia di Indonesia, Tenaga Kesehatan Harus Paham Pentingnya Healthy Aging

Oh Begitu
Kamasutra Satwa: Kibaskan Ekornya ke Samping, Tanda Anjing Betina Siap Kawin

Kamasutra Satwa: Kibaskan Ekornya ke Samping, Tanda Anjing Betina Siap Kawin

Oh Begitu
Tanda Pasien Covid-19 Memburuk Saat Isoman Menurut Satgas Covid-19

Tanda Pasien Covid-19 Memburuk Saat Isoman Menurut Satgas Covid-19

Oh Begitu
Penemuan Obat Antivirus Ini Lahirkan Obat untuk Lawan Virus dari Herpes, HIV hingga Covid-19

Penemuan Obat Antivirus Ini Lahirkan Obat untuk Lawan Virus dari Herpes, HIV hingga Covid-19

Oh Begitu
Isu Doping Atlet Pesaing Windy Cantika Aisah, Apa Itu Doping dan Risikonya?

Isu Doping Atlet Pesaing Windy Cantika Aisah, Apa Itu Doping dan Risikonya?

Oh Begitu
Perjalanan Vaksin Nusantara, Kehebohan dan Pelajarannya

Perjalanan Vaksin Nusantara, Kehebohan dan Pelajarannya

Oh Begitu
6 Tips Minum Kopi Agar Lebih Menyehatkan Tubuh

6 Tips Minum Kopi Agar Lebih Menyehatkan Tubuh

Oh Begitu
Pantai Alaska Diguncang Gempa M 7,8 Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Pantai Alaska Diguncang Gempa M 7,8 Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Oh Begitu
Syarat Rumah yang Bisa Dipakai Isolasi Mandiri Menurut Dokter

Syarat Rumah yang Bisa Dipakai Isolasi Mandiri Menurut Dokter

Oh Begitu
Satu Dosis Vaksin AstraZeneca 82 Persen Efektif Lawan Varian Beta dan Gamma

Satu Dosis Vaksin AstraZeneca 82 Persen Efektif Lawan Varian Beta dan Gamma

Oh Begitu
Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Capai 36 Persen, Ini Penyebabnya

Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Capai 36 Persen, Ini Penyebabnya

Oh Begitu
Antibodi Vaksin Sinovac Menurun Setelah 6 Bulan, Ini Faktanya

Antibodi Vaksin Sinovac Menurun Setelah 6 Bulan, Ini Faktanya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X