Kompas.com - 19/11/2016, 12:10 WIB
Tubuh dan mata penuh tato Sarah Night DAILYMAIL.COMTubuh dan mata penuh tato Sarah Night
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Memiliki tato memang kini tak lagi berkonotasi dengan kriminal atau orang yang bebas, bahkan seni merajah kulit ini dianggap sebagai aksesori untuk mewakili jati diri.

Jika Anda juga tertarik untuk membubuhkan tato pada tubuh Anda, ketahui dulu apa saja dampaknya bagi kesehatan. Apalagi, kebanyakan orang yang membuat tato di usia muda cenderung menyesalinya di kemudian hari.

Berikut adalah beberapa hal seputar tato dan dampaknya dalam jangka panjang.

- Tinta masuk ke dalam kulit
Sebagian tinta tato bisa bersifat toksik, bahkan ada yang mengandung zat karsinogenik (memicu kanker). Dalam penelitian tahun 2012 di Denmark ditemukan, satu dari lima tinta tato mengandung zat karsinogenik dan mayoritas tidak memenuhi standar keamanan internasional dalam hal komposisi tinta.

Penelitian yang dilakukan di Eropa juga menunjukkan adanya komponen tidak aman dalam tinta tato, misalnya barium, merkuri, tembaga, dan lain sebagainya.

Food and Drug Administration (FDA) juga menyebut bahwa pigmen yang dipakai dalam tinta tato merupakan bahan yang dipakai dalam industri, seperti tinta printer atau cat mobil. Saat ini juga diteliti apakah pigmen dan zat-zat itu bisa dipecah oleh tubuh dan dampaknya dalam jangka panjang.

- Memengaruhi tes medis
Tinta yang berbahan dasar metal bisa bereaksi dengan MRI. Dalam beberapa kasus langka juga diketahui ada pasien yang mengalami luka bakar karena tatonya bereaksi dengan MRI.

- Risiko infeksi
Jenis infeksi yang banyak ditemui terkait dengan tato adalah bakteri staphylococcus aureus atau pseudomanas akibat kurangnya sterilisasi alat-alat tato. Infeksi bakteri itu bisa berbahaya karena seringkali resisten pada pengobatan.

Gangguan kulit juga bisa timbul dari efek samping tato, misalnya gatal-gatal serta reaksi mirip penyakit lupus pada kulit.

Jenis infeksi yang paling berbahaya tentu saja hepatitis yang bisa menular melalui jarum yang tidak steril. Itu sebabnya Palang Merah Amerika tidak menerima donor darah dari individu yang mendapatkan tato di tampat yang tidak terdaftar resmi.

- Sebagian sulit dihapus
Teknologi laser yang ada saat ini memiliki keterbatasan dalam hal warna yang bisa dihapus dari tinta tato. Orang dengan kulit gelap dan terpigmentasi juga seringkali tidak berhasil menghapuskan tatonya dengan laser.

Selain itu, tato yang menempati area cukup luas di tubuh juga membutuhkan beberapa kali sesi penghapusan. Bahkan, ada yang butuh beberapa tahun sebelum dapat dibersihkan sempurna. Padahal, metode laser sendiri memiliki efek samping, termasuk nyeri, bekas luka, atau borok.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Fenomena
Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Oh Begitu
Rangkuman Gempa Signifikan Sepekan Terakhir, Apa Saja?

Rangkuman Gempa Signifikan Sepekan Terakhir, Apa Saja?

Fenomena
BPOM: Pfizer dan AstraZeneca Sudah Bisa untuk Booster Vaksin Covid-19 Jenis Lain

BPOM: Pfizer dan AstraZeneca Sudah Bisa untuk Booster Vaksin Covid-19 Jenis Lain

Oh Begitu
Cuaca di Indonesia: Potensi Curah Hujan pada 19-24 Januari 2022

Cuaca di Indonesia: Potensi Curah Hujan pada 19-24 Januari 2022

Fenomena
Gempa Megathrust Selat Sunda Bisa Memicu Gelombang Tsunami, Ini Saran Mitigasi Menurut Ahli

Gempa Megathrust Selat Sunda Bisa Memicu Gelombang Tsunami, Ini Saran Mitigasi Menurut Ahli

Fenomena
Penjelasan Ilmiah Mengapa Gempa Dapat Mengakibatkan Tsunami

Penjelasan Ilmiah Mengapa Gempa Dapat Mengakibatkan Tsunami

Fenomena
Gempa Bumi: Penyebab, Jenis, Karakteristik, hingga Dampaknya

Gempa Bumi: Penyebab, Jenis, Karakteristik, hingga Dampaknya

Oh Begitu
2 Kematian Flu Burung H5N6 Dilaporkan China, 3 Pasien Dirawat Intensif

2 Kematian Flu Burung H5N6 Dilaporkan China, 3 Pasien Dirawat Intensif

Fenomena
Cara Cek dan Download Sertifikat Vaksin Booster di PeduliLindungi

Cara Cek dan Download Sertifikat Vaksin Booster di PeduliLindungi

Oh Begitu
Ahli Peringatkan Kepunahan Massal Keenam Sedang Berlangsung di Bumi

Ahli Peringatkan Kepunahan Massal Keenam Sedang Berlangsung di Bumi

Fenomena
Usai Matahari, China Bakal Bikin Bulan Tiruan

Usai Matahari, China Bakal Bikin Bulan Tiruan

Oh Begitu
Analisis Ulang Ungkap Dinosurus Lapis Baja Bergerak Lambat dan Tak Bisa Mendengar

Analisis Ulang Ungkap Dinosurus Lapis Baja Bergerak Lambat dan Tak Bisa Mendengar

Oh Begitu
Inti Dalam Bumi Lebih Cepat Mendingin, Apa Dampaknya?

Inti Dalam Bumi Lebih Cepat Mendingin, Apa Dampaknya?

Fenomena
[POPULER SAINS]: Kunci Penting Menurunkan Berat Badan | Peringatan Tsunami Tonga Dicabut | Riset Vaksin Booster

[POPULER SAINS]: Kunci Penting Menurunkan Berat Badan | Peringatan Tsunami Tonga Dicabut | Riset Vaksin Booster

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.