Kompas.com - 13/11/2016, 23:00 WIB
Elang tiram atau Osprey (Pandion haliaetus) terdokumentasikan mencari makan di Danau Limboto, Gorontalo. Elang ini jarang terlihat meskipun daerah persebarannya luas Ronald AbbasElang tiram atau Osprey (Pandion haliaetus) terdokumentasikan mencari makan di Danau Limboto, Gorontalo. Elang ini jarang terlihat meskipun daerah persebarannya luas
|
EditorTri Wahono

GORONTALO, KOMPAS.com – Seekor elang tiram atau Osprey (Pandion haliaetus) terlihat terbang mencari mangsa di Danau Limboto wilayah Dembe 1, Kota Gorontalo.

Elang ini berhasil didokumentasikan oleh Ronald Abbas, fotografer satwa liar Gorontalo yang melakukan pengamatan burung pada Sabtu.

"Saya perhatikan Osprey yang sendirian ini bertengger di batang bambu sambil mengamati bagian bawahnya yang berair," kata Ronald Abbas, Minggu (13/11/2016).

Merasa mendapatkan obyek foto yang belum pernah ditemuinya, Ronald Abbas lalu mengikuti terbangnya pemangsa ini dengan perahu. Ia berhasil mendapatkan foto-foto menarik berbagai pose.

Yang menarik, elang ini berada di pinggiran danau. Padahal biasanya burung pemangsa berada di tengah danau. Uniknya lagi dari elang ini, meskipun ukurannya besar mencapai 60 cm, kemampuan menyelam dalam air saat mencari makan berupa ikan sangat gesit.

Osprey tersebar luas di seluruh dunia, mudah dikenali dengan tanda bulu di sekitar mata yang mirip topeng warna gelap. Bulu bagian belakangnya berwarna coklat gelap sedang bagian bawah tubuh putih dari dada sampai perut. Bentangan sayapnya lebar dan ekor relatif pendek.

"Osprey memiliki daerah sebarannya sangat luas, tapi jarang terlihat di Gorontalo," kata Iwan Hunowu, Sulawesi Program Manager, Wildlife Conservation Society (WCS).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Iwan Hunowu menjelaskan keberadaan Osprey di Danau Limboto belum banyak diketahui. Penampakannya baru dua kali teramati melalui foto meskipun wilayah ini intensif dikunjungi pengamat burung.

"Elang tiram sudah masuk daftar CITES Appendix II, ia belum termasuk daftar jenis terancam punah, tapi dia berpotensi terancam punah jika perdagangan terus berlanjut tanpa ada pengaturan. Jenis ini ada 4 ras dan beberapa di antaranya terancam karena kehilangan habitat," lanjut Iwan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.