Mengapa Pasien HIV Sebaiknya Tidak Merokok?

Kompas.com - 12/11/2016, 13:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Merokok memang kebiasaan yang tidak sehat bagi semua orang, tetapi ternyata dampaknya lebih merusak pada orang yang terinfeksi HIV. Bahkan, efek rokok itu lebih membahayakan dibanding virus HIV.

Menggunakan simulasi komputer, para peneliti mengungkap bahwa penggunaan tembakau bisa mengurangi usia harapan hidup orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dua kali lipat dibanding virusnya sendiri.

Bahkan, ODHA yang berhenti merokok juga memiliki usia harapan hidup lebih tinggi.  Oleh karena itu, diperlukan upaya berhenti merokok yang efektif pada ODHA untuk meningkatkan usia harapan hidup.

"Merokok memang buruk bagi kesehatan, tetapi kami bisa menunjukkan separah apa dampaknya. Orang dengan HIV yang rutin minum obat tetapi merokok, risikonya lebih besar meninggal akibat penyakit yang disebabkan oleh rokok ketimbang virus HIV," kata Dr.Krishna P Reddy, peneliti.

Merokok diketahui menurunkan kekebalan tubuh karena membantu bakteri berkoloni dan menjadi resisten di tubuh. Padahal, HIV menyebabkan daya tahan tubuh sudah rendah.


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X