Kompas.com - 11/11/2016, 07:35 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

TANJUNGPINANG, KOMPAS com - Telah banyak penelitian yang menemukan antara kaitan daging merah dengan risiko kanker. World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia pun menempatkan daging merah yang diproses, seperti sosis dan bacon, ke dalam daftar makanan yang bersifat karsinogen.

Ketua Yayasan Kanker Indonesia Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo menuturkan, konsumsi daging merah yang berlebihan dalam waktu lama memang dikhawatirkan bisa memicu kanker. Terutama, daging merah yang dimasak terlalu matang atau sampai gosong, baik karena dibakar atau digoreng.

"Jadi bukan soal dibakar pakai areng. Akibat dipanasi terlalu lama, zat pada daging berubah jadi zat yang bersifat karsinogenik." kata Aru di sela-sela program edukasi Garuda Indonesia Peduli Kanker Serviks dan HIV/AIDS di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (10/11/2016).

Dalam penelitian di Amerika Serikat, daging merah dikatakan bisa memicu terbentuknya sel kanker karena mengandung molekul Neu5Gc. Molekul tersebut banyak ditemukan di daging sapi, babi dan domba.

Konsumsi dalam jumlah berlebihan bisa menyebabkan peradangan dalam tubuh. Dalam jangka panjang, dapat membentuk sel-sel abnormal di tubuh. Namun, penelitian mengenai daging merah maupun daging merah olahan sebagai salah satu pemicu kanker pun masih terus dilakukan.

Menurut Aru, bukan berarti tidak boleh konsumsi daging merah. Yang terpenting, jangan makan daging merah yang terlalu matang atau gosong dalam jumlah berlebihan.

Hal senada dikatakan dokter kanker anak Anky Tri Rini KE. Namun, daging merah juga bukan satu-satunya makanan yang memicu kanker. Menurut Anky, hindari juga makanan berpengawet dan menggunakan pewarna buatan.

Selain itu, hindari konsumsi makanan atau minuman panas menggunakan plastik melanin. Plastik bisa bereaksi dengan panas menjadi zat kimia yang membahayakan tubuh.

Jangan lupa, masih banyak faktor lain yang bisa membentuk sel kanker, seperti merokok, kegemukan, jarang olahraga, hingga genetik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.