Puing-puing Ini Beri Petunjuk Adanya Markas Misterius Nazi di Arktik

Kompas.com - 08/11/2016, 19:36 WIB
Puing-puing di Alexandra Land memberi petunjuk keberadaan Schatzgraber yang sebelumnya dianggap rumor. DPAPuing-puing di Alexandra Land memberi petunjuk keberadaan Schatzgraber yang sebelumnya dianggap rumor.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Ilmuwan Rusia mengklaim telah menemukan sisa-sisa pangkalan rahasia Nazi di sebuah pulau terpencil di lingkar Arktik.

Penemuan lebih dari 500 artefak Nazi di Alexandra Land ini seakan membawa tim untuk mempercayai bahwa tempat yang semula hanya dianggap rumor itu memang ada.

Tempat yang dimaksud adalah Schatzgraber. Peneliti sebenarnya belum memastikan bahwa artefak yang ditemukan berhubungan dengan Nazi, tetapi lambang Swastika yang ditemukan membuat sang peneliti yakin.

Meski pernah didokumentasikan dalam buku Wettertrupp Haudegen (1954), Schatzgraber atau "Pemburu harta karun" tidak pernah diketahui keberadaannya.

Schatzgraber yang dibangun atas perintah langsung dari Adolf Hitler ini merupakan stasiun cuaca Arktik yang misterius, dibangun pada tahun 1942 setelah Hitler menyerang Rusia.

Pangkalan itu sempat beroperasi tahun 1943 tapi ditinggalkan setahun kemudian. Sebabnya, tentara penjaga memakan daging beruang kutub yang belum matang dan terkontaminasi dengan cacing.

Peneliti Rusia bisa dibilang orang pertama yang menemukan bukti fisik Schatzgraber. Mereka menemukan tangki bensin, peluru, reruntuhan bunker, sepatu, dan dokumen kertas yang terawetkan karena iklim yang dingin.

"Awalnya kita hanya mengetahui Schatzgraber dari sumber-sumber tertulis saja, tapi sekarang kita telah memiliki bukti nyata," kata, Evgeny Ermolov, salah satu Peneliti, seperti dikutip dari Science Alert, Rabu (3/11/2016).

"Sekarang kita bisa masuk pada data dalam revolusi sains ini, menemukan buktinya, mengembangkan dan membuktikan adanya operasi militer Jerman di Arktik selama Perang Dunia II," imbuhnya.

Banyak orang yang percaya bahwa Schatzgraber bukan sekadar stasiun cuaca tetapi bagian dari misi rahasia Nazi untuk menemukan peninggalan kuno. Riset ini mungkin jadi awal mengungkapnya.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.