Kompas.com - 05/11/2016, 18:26 WIB
Taman Nasional Sebangau di Kalimantan Tengah merupakan lahan hutan gambut yang dilalui beberapa sungai, salah satunya Sungai Koran yang berair hitam. Warna ini bukanlah hasil limbah, melainkan zat tannin yang ada di dalam rawa gambut. KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRITaman Nasional Sebangau di Kalimantan Tengah merupakan lahan hutan gambut yang dilalui beberapa sungai, salah satunya Sungai Koran yang berair hitam. Warna ini bukanlah hasil limbah, melainkan zat tannin yang ada di dalam rawa gambut.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Desa akan menjadi subyek dalam program restorasi gambut. Restorasi diharapkan tidak hanya memperbaiki kualitas gambut tetapi juga meningkatkan kesejahteraan warga sekitarnya.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG), Nazir Foead, dalam pembukaan Jambore Masyarakat Gambut di Jambi, Sabtu (5/11/2016).

"Kami menyadari pembangunan yang mengedepankan desa. Karenanya program restorasi juga akan mengedepankan desa dan seiring dengan pembangunan," kata Nazir.

Ia mengungkapkan, pembangunan yang mengedepankan desa diwujudkan BRG lewat program Desa Peduli Gambut. Kini program itu telah dirintis di 104 dari 1205 desa yang berada di 2,4 juta hektar area restorasi.

Di desa-desa tersebut, BRG akan mengenalkan pengelolaan gambut lestari. Masyarakat bisa mengembangkan komoditas pertanian ramah gambut seperti jelatung rawa, nanas, dan kopi.

Suprayoga Hadi, Dirjen Pembangunan Daerah Tertentu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, menyatakan dukungannya terhadap program restorasi dan pemberdayaan masyarakat sekitar gambut.

Pihaknya menyiapkan dana desa untuk pembangunan. "Dana itu bisa dipakai untuk restorasi. Misalnya mau membangun sekat kanal, bisa pakai dana tersebut," ungkap Hadi.

Dana desa juga bisa digunakan untuk membeli bibit unggul tanaman. Sejumlah tanaman diketahui bisa dikembangkan di wilayah gambut, mulai nanas, kopi, bahkan beras.

Penggunaan dana desa untuk pembangunan, kata Hadi, harus disepakati  bersama oleh masyarakatnya. "Harus disepakati bahwa itu adalah prioritas," jelasnya.

Untuk tahun 2016, kementeriannya mengalokasikam dana sebesar Rp 46 triliun. Dana yang diterima tiap desa kurang lebih sebesar Rp 500-600 juta.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Terjadi Alami, Simpanse Juga Butuh Latihan untuk Gunakan Alat

Tak Terjadi Alami, Simpanse Juga Butuh Latihan untuk Gunakan Alat

Oh Begitu
Mengenal Resistensi Antimikroba, Apa Itu?

Mengenal Resistensi Antimikroba, Apa Itu?

Oh Begitu
Berusia 190 Tahun, Jonathan Pecahkan Rekor Jadi Kura-kura Tertua di Dunia

Berusia 190 Tahun, Jonathan Pecahkan Rekor Jadi Kura-kura Tertua di Dunia

Oh Begitu
Mengenal Gejala KIPI Vaksin Anak dan Cara Penanganannya Usai Vaksinasi

Mengenal Gejala KIPI Vaksin Anak dan Cara Penanganannya Usai Vaksinasi

Oh Begitu
[POPULER SAINS]: Dahsyatnya Letusan Gunung Tonga | Misteri Mumi Hamil | Peringatan Dini Gelombang Tinggi | Getaran Gempa Banten

[POPULER SAINS]: Dahsyatnya Letusan Gunung Tonga | Misteri Mumi Hamil | Peringatan Dini Gelombang Tinggi | Getaran Gempa Banten

Oh Begitu
Waspada Dehidrasi pada Bayi, Ini Gejala dan Penyebabnya

Waspada Dehidrasi pada Bayi, Ini Gejala dan Penyebabnya

Kita
Mengenal Stroke Non Hemoragik, Jenis Stroke yang Paling Sering Terjadi

Mengenal Stroke Non Hemoragik, Jenis Stroke yang Paling Sering Terjadi

Kita
Gurita Selimut Betina Ternyata Berukuran Lebih Besar dari Gurita Jantan

Gurita Selimut Betina Ternyata Berukuran Lebih Besar dari Gurita Jantan

Oh Begitu
Resistensi Antimikroba Ancam Kesehatan Dunia, Apa yang Bisa Dilakukan?

Resistensi Antimikroba Ancam Kesehatan Dunia, Apa yang Bisa Dilakukan?

Oh Begitu
Proses Seleksi Jadi Ratu Lebah Sungguh Brutal, Seperti Apa?

Proses Seleksi Jadi Ratu Lebah Sungguh Brutal, Seperti Apa?

Oh Begitu
Ketahui, Begini Komposisi Pangan Seimbang untuk Mencegah Stunting

Ketahui, Begini Komposisi Pangan Seimbang untuk Mencegah Stunting

Oh Begitu
Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Fenomena
Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Oh Begitu
Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Kita
Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.