Kelebihan Konsumsi Minuman Energi Picu Gangguan Lever

Kompas.com - 05/11/2016, 16:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Seorang pria berusia 50 tahun mengalami kondisi yang disebut hepatitis akut setelah rutin mengonsumsi minuman energi selama tiga minggu.

Hepatitis akut atau peradangan pada lever bisa disebabkan oleh konsumsi berbagai jenis obat dan suplemen diet, termasuk beberapa vitamin. Pada kasus tertentu, gangguan ini juga bisa memicu kerusakan lever akut, bahkan mematikan.

Pria yang tak disebutkan namanya itu mengeluh pada dokter di IGD bahwa ia sakit selama dua minggu. Gejalanya antara lain sakit perut, nafsu makan berkurang, muntah, mual, dan tidak enak badan.

Mulanya pria itu mengira dirinya menderita flu. Namun, ia menyadari ada sesuatu yang salah saat warna urinenya menjadi gelap dan kulitnya kekuningan.
Kepada dokter yang menanganinya, ia mengatakan tidak mengonsumsi obat atau narkoba. Namun, ia mengaku minum 4-5 minuman energi per hari dalam tiga minggu terakhir.

Dari pemeriksaan, dokter menemukan sakit di perut pria itu berlokasi dekat levernya. Kulit menjadi kuning juga merupakan salah satu gejala gangguan lever karena lever tidak bisa berfungsi normal dalam memecah sel darah merah.

Hasil pemeriksaan darah dan biopsi lever menunjukkan pria tersebut mengalami hepatitis akut. Pasien itu juga menderita hepatitis C kronis, jenis infeksi lever yang berbeda.

Dalam laporan yang dipublikasikan dalam jurnal BMJ Case Reports, dokter menyebut bahwa hepatitis akut itu tidak terkait dengan penyakit hepatitis C yang dideritanya. Malah, minuman energi diduga sebagai pemicunya, terutama kandungan vitamin B3 di dalamnya.

Minuman energi yang dikonsumsi pria tersebut mengandung 40 miligram vitamin B3, atau dua kali lipat dari jumlah yang direkomendasikan setiap harinya. Karena ia minum 4-5 kaleng minuman energi, maka total asupan vitamin B3 setara 160-200 mg.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa mengasup lebih dari 500 mg vitamin B3 dalam sehari bisa berdampak toksis bagi lever.

Walau pria itu mengonsumsi lebih sedikit dari 500 mg, ada kemungkinan terjadi efek akumulasi vitamin B3 dalam levernya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X