Payudara Ternyata Tidak Steril, Keragaman Mikrobanya Menentukan Potensi Kanker

Kompas.com - 11/10/2016, 18:46 WIB
Payudara ShutterstockPayudara
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Selama berabad-abad, manusia berpikir bahwa payudara adalah organ yang steril. Namun, dua riset yang dipublikasikan pada tahun 2014 dan 2016 mengubah pandangan itu.

Seperti mulut dan saluran pencernaan, payudara juga kaya mikroba. Keragaman mikroba akan menentukan potensi seseorang terserang payudara.

Gregor Reid dari Lawson Health Research Institute di Kanada dan rekannya melakukan studi keragaman mikroba pada jaringan payudara 13 perempuan dengan tumor jinak, 45 perempuan dengan kanker ganas, 23 serta bebas kanker.

Diberitakan Science Alert, Senin (10/10/2016), keragaman bakteri pada payudara dengan dan tanpa kanker ternyata berbeda.

Payudara perempuan dengan kanker punya populasi bakteri golongan Enterobacteriaceae, Staphylococcus, dan Baccilus yang tinggi.

Studi menunjukkan, bakteri golongan itu mampu merusak dua untai materi genetik DNA pada sel HeLa. Kerusakan DNA tersebut memicu kanker payudara.

Sementara itu, payudara perempuan yang bebas kanker memiliki populasi bakteri golongan Streptococcus dan Lactococcus yang lebih besar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bakteri itu menghasilkan senyawa yang berguna mencegah perkembangan kanker. Salah satu jenis bakteri yang hidup pada payudara sehat adalah Streptococcus thermophilus yang menghasilkan senyawa pencegah kerusakan DNA.

"Riset ini menunjukkan, mikroba pada payudara walauoun dalam jumlah sedikit berpengaruh pada potensi kanker, mengurangi dalam satu kasus dan meningkatkan dalam kasus lain," jelas Reid.

Penelitian yang dilakukan kali ini masih menggunakan ukuran obyek riset kecil. Ilmuwan akan meneliti lagi dengan ukuran obyek riset lebih besar sehingga kaitan antara keragaman mikroba dan kanker payudara bisa dipastikan.

Jika nantinya terbukti ada mikroba tertentu yang meningkatkan potensi kanker, terapi dengan probobiotik bisa dilakukan sehingga populasi bakteri merugikan bisa dikendalikan.

Studi Reid dan rekannya memakai pendekatan baru dalam memahami dan mengobati penyakit, yaitu keragaman mikrobioma dalam tubuh manusia.

Dalam pendekatan itu, tiap mikroba yang hidup dalam tubuh manusia punya fungsi sendiri-sendiri. Keseimbangan mikroba tubuh bakal berperan mengurangi risiko penyakit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Hal yang Harus Dilakukan untuk Menghindari Penyebaran Varian Omicron Menurut Pakar

5 Hal yang Harus Dilakukan untuk Menghindari Penyebaran Varian Omicron Menurut Pakar

Kita
Gunung Wycheproof, Gunung Terkecil di Dunia yang Berpenghuni

Gunung Wycheproof, Gunung Terkecil di Dunia yang Berpenghuni

Oh Begitu
Siswi SMA Jadi Korban Video Asusila Revenge Porn, Ini Saran Psikolog

Siswi SMA Jadi Korban Video Asusila Revenge Porn, Ini Saran Psikolog

Kita
Virus Corona Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia dan Singapura

Virus Corona Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia dan Singapura

Oh Begitu
Benarkah Obat Sotrovimab Efektif Lawan Omicron? Ini Kata Pakar UGM

Benarkah Obat Sotrovimab Efektif Lawan Omicron? Ini Kata Pakar UGM

Oh Begitu
Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Fenomena
4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Oh Begitu
BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

Fenomena
Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Kita
Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Oh Begitu
Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Oh Begitu
Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Oh Begitu
Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Oh Begitu
Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Fenomena
[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.