Kompas.com - 10/10/2016, 21:37 WIB
Batang pohon terapung di Danau Crater selama 120 tahun. Belum ada yang mampu menjelaskan alasannya. Science AlertBatang pohon terapung di Danau Crater selama 120 tahun. Belum ada yang mampu menjelaskan alasannya.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Seonggok batang pohon yang terapung di antara birunya danau mungkin bukan hal yang aneh. Namun, bagaimana jika batang kayu tersebut mengapung selama 120 tahun tanpa sekali pun pernah tenggelam?

Danau Crater di Oregon merupakan danau terdalam di Amerika Serikat dengan airnya yang begitu biru. Namun, saat melihat lebih dekat, sebuah pemandangan unik terlihat.

Ada sebuah batang kayu terombang-ambing. Batang kayu itu cukup stabil untuk menahan seseorang yang berdiri di atasnya.

Uniknya, batang kayu ini ternyata berada dalam posisi tegak dalam waktu yang lama. Bukan lagi dalam hitungan bulan, melainkan batang kayu yang mendapat julukan "laki-laki tua di danau" ini telah mengapung dalam posisi tegak setidaknya selama 120 tahun.

Wikimedia Seorang pria berdiri di atas batang pohon di Danau Crater yang mengapung selama 120 tahun.
Hukum fisika dasar menyebutkan, benda mengapung akan selalu memiliki pusat massa lebih besar dibandingkan dengan pusat apung. Ini artinya, batang kayu yang panjang akan mengapung dalam posisi horizontal, sementara batang kayu pendek akan mengapung dalam posisi vertikal.

"Laki-laki tua di danau" ini memiliki panjang 9 meter dengan diameter 61 sentimeter. Dengan ukuran itu, seharusnya batang kayu mengambang secara horizontal. Namun, sungguh aneh, batang itu mengapung secara vertikal.

Belum ada yang bisa menguraikan misteri batang kayu itu. Namun, sebuah teori menyatakan, ada batu yang menyangkut pada bagian akar yang tersisa dari batang itu. Kelemahan dari teori ini, saat ini tak ada batu yang menyangkut dan sulit membuktikan bahwa peristiwa itu pernah terjadi.

Pendapat lain mengatakan, batang kayu yang terendam akan menjadi lebih padat dan berat dari waktu ke waktu, sementara ujungnya yang tidak terkena air akan tetap kering. Karena itulah, batang kayu itu mengapung vertikal.

Batang kayu ini pertama kali ditemukan pada tahun 1896 oleh seorang geolog dan penjelajah, Joseph Diller.

Diller mencatat, batang kayu itu berpindah tempat. Pada tahun 1902, Diller menerbitkan studi ilmiah pertamanya mengenai batang pohon tersebut. Ia mengungkap, dalam lima tahun sejak penemuannya, batang itu telah berpindah sejauh 400 meter.

Eksperimen kedua yang dilanjutkan kembali pada 1 Juli dan 30 September 1938 menemukan bahwa batang kayu itu kembali melakukan perjalanan lebih jauh lagi, sekitar 99,9 km dalam waktu 3 bulan. Angin kencang dan gelombang telah membawanya berpindah.

Hingga kini, tidak ada seorang pun yang tahu dari mana batang kayu misterius itu berasal.

Danau Crater sendiri terbentuk sekitar 7.700 tahun yang lalu saat Gunung Mazama meletus. Danau ini memiliki kedalaman 592 meter, menjadikannya sebagai danau terdalam di Amerika Serikat dan danau terdalam kesembilan di dunia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.