Seorang Bayi Lahir dari Tiga Orangtua Kandung berkat Teknik Kontroversial

Kompas.com - 28/09/2016, 20:09 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Sebuah teknik kontroversial dalam ilmu pengetahuan kini berhasil menyelamatkan bayi dari risiko penyakit mematikan sekaligus menciptakan bayi dengan tiga orangtua kandung untuk kali pertama di dunia.

Bayi yang lahir itu disebut memiliki tiga orangtua kandung karena DNA (materi genetik berwujud asam deoksi-ribonukleat) di selnya terdiri dari DNA ayah, DNA ibu, dan DNA ibu donor (penderma).

Keberhasilan melahirkan bayi dengan tiga orangtua kandung itu dirayakan karena menjadi bentuk kemajuan dalam mengatasi penyakit bawaan, tetapi sekaligus memicu pertanyaan etika.

John Zhang dari New Hope Fertility Center di New York dan timnya melakukan teknik kontroversial untuk membuat bayi dari tiga orangtua kandung dengan maksud mencegah kelahiran bayi dengan penyakit bawaan Leigh Syndrome.

Penyakit itu dijumpai paling tidak pada satu dari 40.000 kelahiran. Anak penderita penyakit itu akan mengalami penurunan dana kemampuan gerak serta masalah mental.

Sebagian besar penderita penyakit itu akan meninggal dalam usia dua atau tiga tahun. Penurunan kemampuan gerak membuat sistem pernapasan gagal bekerja.

Leigh Syndrome dipicu oleh 75 mutasi genetik. Umumnya mutasi terjadi di inti sel. Namun, dalam satu dari lima kasus, mutasi terjadi di DNA mitokdonria (bagian sel yang berfungsi menghasilkan energi).

Bagaimana membuat bayi dengan tiga orangtua kandung?

Pada kasus yang ditangani Zhang kali ini, ada sepasang suami istri Jordania yang berpotensi melahirkan bayi dengan Leigh Syndrome.

DNA mitokondria sang istri mengalami mutasi. Pasangan itu telah mencoba memiliki anak dengan cara normal. Namun, hasilnya, sang istri mengalami empat kali keguguran. Plus, dua anak yang lahir meninggal pada usia delapan bulan dan enam tahun.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.