Perlu Manajemen Habitat Lebih Agresif untuk Pelestarian Badak Jawa

Kompas.com - 22/09/2016, 18:23 WIB
Seekor anak badak jantan tertangkap video kamera jebakan pada 1 Agustus 2012 saat melintas di hutan Taman Nasional Ujung Kulon, Banten. Ini hasil pemantauan badak jawa (Rhinoceros sondaicus) 2012 yang dilakukan Balai TNUK. Sebanyak enam anakan badak jawa baru tertangkap kamera. Balai TNUKSeekor anak badak jantan tertangkap video kamera jebakan pada 1 Agustus 2012 saat melintas di hutan Taman Nasional Ujung Kulon, Banten. Ini hasil pemantauan badak jawa (Rhinoceros sondaicus) 2012 yang dilakukan Balai TNUK. Sebanyak enam anakan badak jawa baru tertangkap kamera.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Peningkatan populasi badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) cukup menggembirakan. Dari 47 individu pada tahun 1970, kini populasinya menjadi 63 individu. Namun, pelestariannya kini menghadapi tantangan habitat.

WWF Indonesia menyatakan, badak Jawa menghadapi keterbatasan lahan untuk pertumbuhan populasi dan pertumbuhan langkap (Arenga obsitulia) sebagai spesies invasif.

"Manajemen habitat harus segera dilakukan dengan lebih agresif," kata Arnold Sitompul, Direktur Konservasi WWF Indonesia lewat rilis yang diterima Kompas.com, Kamis (22/9/2016).

Arnold menambahkan, manajemen habitat perlu dilakukan melalui langkah-langkah pengendalian langkap yang sudah sangat menggangu habitat asli badak.

WWF menyatakan, tantangan pelestarian badak Jawa berbeda dengan badak Sumatera (Dirhinoceros sumatranus). Pada badak Sumatera, tantangannya adalah soal reproduksi.

Populasi badak Sumatera tersebar dalam grup-grup kecil. Ada hambatan ruang antar grup sehingga perkembangbiakan sulit dilakukan.

Pada badak Jawa, selain spesies invasif, badak Jawa juga menghadapi ancaman keseragaman genetik. Itu akan menurunkan kemampuan badak Jawa beradaptasi.

Ancaman lain adalah persaingan pakan dengan banteng, perburuan, dan potensi bencana alam. Ada upaya untuk memperluas habitat badak Jawa tetapi hingga saat ini belum ada solusinya.

Hari ini bertepatan dengan hari Badak sedunia. Badak Jawa dan Badak Sumatera merupakan dua di antara 5 spesies badak di dunia.

Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), badak Jawa dan Sumatera masuk dalam kategori kritis, selangkah lagi menuju punah. Perlu dukungan untuk konservasinya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X