Siap-Siap... Setelah Perseid Masih Ada Hujan Meteor Lagi!

Kompas.com - 14/09/2016, 10:50 WIB
http://www.universetoday.com/116641/dont-miss-the-geminids-this-weekend-best-meteor-shower-of-the-year/ Foto hujan meteor Geminid di Portland, Oregon, Amerika Serikat yang diambil oleh Thomas W Earle dikutip situs web Universe Today, Rabu (23/12/2015).


KOMPAS.com – Berminat berburu hujan meteor? Mau tahu cara tepat mengabadikan diri mengggunakan latar hujan meteor meskipun hanya berbekal ponsel kamera?

Pada Jumat (12/8/2016) lalu, misalnya, langit malam sempat dihiasi hujan meteor Perseid. Sekitar 200 meteor memasuki atmosfer bumi per jam menciptakan jejak berkilauan seakan bintang runtuh.

Dikutip dari earthsky.org, Caribbean Astronomical Society melihat sekitar 506 meteor Perseid selama 4,75 jam di langit La Pitahaya, Cabo Rojo, Puerto Riko pada malam itu.

Puncaknya terjadi pada pukul 03.40 hingga 04.00 waktu setempat. Komunitas tersebut menghitung, terlihat ada 7 sampai 8 meteor per menit atau total 150 meteor dalam 20 menit.

Salah satu meteor dilaporkan meninggalkan jejak berwarna biru muda yang bisa dilihat mata telanjang selama 45 detik saat terjatuh. Dengan teropong, pengamat bahkan mendapat waktu 60 detik lebih lama untuk mengamati meteor tersebut.

Hujan meteor Perseid sebenarnya rutin mampir ke Bumi setiap tahun antara Juli sampai Agustus. Namun, hujan meteor Perseid pada tahun ini disebut sebagai yang terbaik dalam 20 tahun terakhir. Sebelumnya, hanya ditemukan 60 hingga 100 meteor saja, setiap kali hujan meteor Perseid terjadi.

Nama Perseid diambil karena arah meteor seakan berasal dari rasi bintang Perseus di belahan utara Bumi. Perseus sendiri adalah anak dewa Zeus dan seorang wanita dari kalangan manusia bernama Danae dalam mitologi Yunani.

Konon, tulis artikel yang sama, hujan meteor Perseid merupakan momentum alam untuk mengenang kunjungan Zeus ke Danae. Kedatangan Zeus ke Danae disebut terjadi bersamaan dengan hujan emas.

http://earthsky.org/astronomy-essentials/everything-you-need-to-know-perseid-meteor-shower#outburst Arah atau "radiant point" dari hujan meteor Perseid memang berasal dari rasi bintang Perseus. Namun tenang saja, Anda tak perlu pusing mencari arah tersebut. Meteor akan terlihat berjatuhan dari segala arah. Anda cukup bersantai memandangi langit sambil menunggu meteor.

Lalu, mengapa jumlah meteor dalam hujan Perseid meningkat pada tahun ini?

Meteor Perseid sebenarnya berasal dari komet 109/Swift Tuttle yang pertama kali diamati pada 1862. Setiap kali berputar mengitari matahari, bagian ekor komet mencair dan melepaskan partikel debu atau bebatuan.

Lama kelamaan, gaya gravitasi planet raksaksa, terutama Jupiter, mengubah arah orbit partikel itu sehingga semakin mendekati Bumi. Meteor Perseid pun jadi terlihat lebih banyak daripada biasanya.

Berburu meteor

Hujan meteor umumnya bisa dilihat menggunakan mata telanjang, apalagi jumlahnya banyak seperti pada tahun ini. Namun, jangan khawatir jika belum sempat menikmati hujan meteor Perseid. Masih ada hujan meteor lain yang segera menyambangi atmosfer Bumi.

Desember merupakan momen tepat untuk berburu hujan meteor. Umumnya, hujan meteor Geminid dan Ursid mulai turun pada bulan ini.

Hujan meteor Geminid mulai terlihat pada awal Desember. Diperkirakan, hujan meteor Geminid akan mencapai puncaknya pada 13 atau 14 Desember 2016. Sekitar 120 meteor akan terlihat per jam.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorLatief
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X