Lupakan Sedot Lemak, Ada Cara Murah dan Aman Turunkan Berat Badan

Kompas.com - 14/09/2016, 07:46 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Berbagai metode baru untuk menghilangkan lemak terus bermunculan. Walau klaim langsing dengan mudah dan cepat sangat menggoda, tetapi sebenarnya ada cara yang lebih murah dan aman untuk menurunkan berat badan.

Selain melakukan sedot lemak atau operasi bariatrik, belum lama ini diluncurkan prosedur penurunan berat badan dengan melakukan implan tabung kecil di lambung.

Lewat implan itu semua makanan yang kita asup akan dikeluarkan sebelum kalorinya sempat diserap tubuh. Para pengkritik mengatakan metode itu sebagai "bulimia yang mendapat izin medis."

Tentu saja berbagai operasi itu bisa membantu menurunkan berat badan pada mereka yang merasa sudah putus asa dengan cara-cara pelangsingan konvensional. Tetapi, biaya yang harus disediakan tentu tidak murah. Belum lagi risiko komplikasi dari tindakan operasi.

Sebenarnya masih banyak cara mudah, murah, dan aman, untuk mengusir timbunan lemak di tubuh. Salah satunya melakukan diet rendah karbohidrat.

Keamanan dan efektivitas diet tersebut juga sudah banyak dilakukan. Pada dasarnya, diet ini cukup efektif, terutama untuk mencegah kegemukan dan penyakit diabetes.

Salah satu penelitian dilakukan terhadap 10 pasien obesitas yang menderita diabetes tipe dua. Selama dua minggu mereka menjalani pola makan rendah karbohidrat. Hasilnya, kadar glukosa kembali normal dan sensitivitas insulin meningkat sampai 75 persen.

Pada berbagai klinik obesitas di Amerika Serikat, diketahui mereka yang mengurangi asupan karbohidrat mendapatkan manfaat ganda; turun berat badan dan dosis obatnya berkurang, bahkan dihentikan.

Sarah Hallberg, direktur medis program penurunan berat badan dari Indiana University Health Arnett, mengatakan diet rendah karbohidrat dilakukan dengan menghindari tepung dan grain yang diproses.

Diet rendah karbohidrat juga melarang konsumsi makanan bergula dan berpati seperti pasta, nasi, kentang, atau roti. Hindari pula makanan pabrikan rendah lemak.

Bahan pangan yang harus diperbanyak adalah daging, telur, kacang-kacangan, sayuran, dan lemak sehat seperti zaitun, bahkan butter.

Penelitian menunjukkan, saat kita menghindari makanan mengandung gula dan pati, kadar gula darah akan stabil dan kadar insulin turun. Hal ini meningkatkan pembakaran lemak dan membuat kita merasa lebih kenyang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X