Kompas.com - 13/09/2016, 06:30 WIB
Jerapah di Ngorongoro National Park, Tanzania. NOVA DIENJerapah di Ngorongoro National Park, Tanzania.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Jerapah sekian lama dianggap sebagai satu spesies. Namun, studi genetika yang dipublikasikan di jurnal Current Biology minggu lalu mengubah anggapan tersebut.

Analisis DNA mengungkap bahwa 4 grup jerapah yang selama ini dianggap variasi tak bertukar materi genetika selama ribuan tahun, menunjukkan bahwa mamalia tertinggi di bumi itu terdiri dari 4 spesies.

Terungkapnya keempat jenis jerapah itu akan membantu ilmuwan mengembangkan strategi konservasi pada masing-masing jenis.

Penelitian jerapah ini diawali oleh proyek konservasi yang dilakukan Girrafe Conservation Foundation. Lembaga itu ingin mengetahui keragaman genetik pada populasi jerapah di Namibia.

Pakar genetika dari Senckenberg Biodiversity and Climate Research Center, Axel Janke, melakukan analisis pada DNA mitokondria (bagian sel yang menghasilkan energi) dan DNA inti.

"Yang kami temukan adalah bahwa masing-masing sub-spesies secara genetika sangat berbeda dan terpisah," katanya seperti dikutip BBC, Jumat (9/9/2016).

"Terungkap bahwa jerapah di bagian utara sangat berbeda dengan jerapah retikulata. Temuan kami mengindikasikan bahwa adanya empat spesies yang berbeda," imbuhnya.

Keempat spesies jerapah itu dinamai jerapah bagian selatan (Giraffa giraffa), jerapah Masai (G tipelskirchi), jerapah retikulata (G reticulata), dan jerapah bagian utara (G camelopardalis).

Jerapah bagian utara sendiri punya sub-spesies, yaitu jerapah Nubian (G. c. camelopardalis). Keduanya secara genetika memiliki perbedaan tetapi masih bisa dikategorikan sebagai satu spesies.

Matthew Cobb, profesor zoologi dari University of Manchester mengatakan, keempat jenis jerapah itu sudah terpisah sejak 1 - 2 juta tahun lalu dan tak mengalami kawin silang.

"Temuan penting ini memungkinkan pakar konservasi menyusun target, dan mungkin, mengembangkan pendekatan baru di alam liar maupun penangkaran berdasarkan kesamaan dan perbedaan antar-grup," imbunya.

Populasi jerapah telah berkurang 40 persen dalam 15 tahun. Sebagai satu spesies, International Union for Conservation (IUCN) menggolongkan jerapah dalam kategori "Risiko Rendah".

Dengan populasi sebanyak 90.000 dan kini terpisah sebagai 4 spesies berbeda, status itu bisa saja berubah. Jerapah perlu lebih diperhatikan.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.