Kompas.com - 02/09/2016, 20:33 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Bakteri Wolbachia kini tengah dikembangkan untuk mengatasi demam berdarah dengue (DBD) di sejumlah negara termasuk Indonesia. Namun, sejumlah pakar menyebut bahwa bakteri tersebut juga bisa menanggulangi`virus Zika yang kini tengah merebak.

"Hasil riset yang dilakukan oleh universitas mitra kami, Monash University di Australia, skala laboratorium, Wolbachia bisa menaggulangi dengue, chinkungya, dan zika," ungkap Adi Utarini, peneliti Fakultas Kedokteran di Universitas Gajah Mada (UGM) yang mengembangkan Wolbachia untuk mengatasi dengue di Indonesia.

Efektivitas Wolbachia untuk mengatasi Zika itu diteliti oleh Matthew T Aliota dan dilaporkan di Scientific Report pada 1 Juli 2016 lalu. Riset itu menyebut bahwa tingkat infeksi Zika pada nyamuk Aedes aegypti yang telah memiliki Wolbachia lebih rendah.

Hasil penelitian tersebut membuka peluang baru mengatasi Zika yang kini juga tengah merebak di Singapura. Namun demikian, menurut Utarini, Indonesia masih akan fokus pada upaya penggunaan Wolbachia untuk DBD. "Di Indonesia bebannya masih lebih besar DBD," kata Utarini dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (2/9/2016).

Analisis risiko yang dilakukan oleh tim independen pimpinan Damayanti Buchori, profesor entomologi Institut Pertanian Bogor (IPB), mengungkap bahwa risiko penggunaan Wolbachia untuk penanggulangan DBD bisa diabaikan. Langkah pengembangan lebih lanjut terbuka.

Utarini mengatakan, riset penggunaan Wolbachia untuk mengatasi DBD kini telah memasuki tahap ketiga. Tujuannya untuk mengetahui efektivitas penggunaan Wolbachia. Penelitian diharapkan rampung pada 2019. Sebelumnya tahap sebelumnya mengungkap, nyamuk ber-Wolbachia bisa bertahan di lingkungan dan menekan infeksi dalam skala kecil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.