Jangan Diet Berlebihan Sebelum Pernikahan

Kompas.com - 30/08/2016, 11:00 WIB
Ilustrasi THINKSTOCK.COMIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Selain daftar undangan dan menu katering, penampilan yang prima adalah hal penting yang tak boleh diabaikan calon pengantin. Agar tampil memukau di hari pernikahan, diet menjadi salah satu hal yang banyak dilakukan.

Menurut sebuah survei, lebih dari 70 persen calon pengantin mengatakan ingin menurunkan berat badannya.

Sebenarnya tak ada salahnya ingin tampak lebih langsing dan fit di hari paling spesial seperti pernikahan. Asalkan proses penurunannya tidak terlalu berlebihan.

Para ahli psikologi menyebut orang yang diet ketat menjelang pernikahan sebagai Brideorexia. Istilah tersebut sempat populer pada tahun 2011 ketika Duchess of Cambridge kate Middleton mengalami penurunan berat badan secara drastis (dari size 6 ke size 2) antara hari pertunangannya dan hari pernikahan.

Salah satu gejala orang yang mengalami brideorexia adalah calon pengantin tersebut sebenarnya sudah langsing, tetapi ngotot ingin lebih langsing lagi, menetapkan target yang tinggi, atau memesan baju pengantin dengan ukuran yang lebih kecil.

"Walau brideorexia hanyalah gangguan yang sifatnya fiksi, tapi perilaku ini bisa berbahaya dan dapat memicu gangguan pola makan (eating disorder), terutama pada mereka yang secara genetik rentan," kata Dr.Samantha DeCaro, ahli dari klinik terapi gangguan pola makan.

Penurunan berat badan secara drastis dan juga malnutrisi karena kita membatasi berbagai jenis makanan, bisa menurunkan level serotonin di otak, hormon yang memicu rasa senang dan bahagia. Pada saat yang sama, level hormon stres meningkat. Kondisi itu bisa menyebabkan depresi dan memicu perilaku destruktif.

Obsesi pada tubuh langsing juga pada akhirnya berpengaruh pada hubungan dengan pasangan. "Pengaruhnya bukan hanya pada tubuh, tapi juga mood. Kebanyakan orang jadi gampang marah saat sedang lapar. Mereka kehabisan energi dan hubungan mereka berantakan," kata April Masini, pakar hubungan.

Brideorexia bisa membuat seseorang ingin mencapai target penurunan berat badan dengan berbagai cara, mulai dari minum pil diet, obat pencahar, melewatkan makan, olahraga keras, dan sebagainya.

Penurunan berat badan yang sehat harus dilakukan secara bertahap, maksimal 5 kilogram dalam sebulan. Anda bisa mencapainya dengan mengurangi kalori, terutama yang berasal dari makanan berlemak atau mengandung gula tinggi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X