200 Meteor Akan Menghujani Bumi Per Jam pada Malam Ini, Saksikan!

Kompas.com - 12/08/2016, 17:00 WIB
Wikipedia Hujan meteor Perseid diamati dari fasilitas penelitian European Southern Observatory pada tahun 2010.

KOMPAS.com - Jumat (12/8/2016) malam ini akan dihiasi fenomena langit menarik. Sekitar 200 meteor akan tampak per jam. Jangan lupa untuk menyaksikan.

Ratusan meteor yang akan tampak itu adalah wujud dari fenomena hujan meteor Perseid. Fenomena ini sebenarnya terjadi setiap tahun. Namun, tahun ini akan lebih istimewa.

Astronom amatir Ma'rufin Sudibyo mengatakan, hujan meteor tahun ini akan lebih ramai. "160 - 200 meteor per jam akan tampak untuk kawasan yang betul-betul gelap," katanya.

"Di perkotaan mungkin tinggal setengah atau sepertiganya yang bisa tempak. Tetapi yang jelas ini lebih besar dibandingkan sebelumnya," imbuhnya.

Astronomy Magazine pada 5 Agustus 2016 menyatakan, hujan meteor Perseid tahun ini adalah yang terbaik dalam sekitar 20 tahun terakhir.

Menurut Ma'rufin, jumlah meteor yang lebih banyak berkaitan dengan posisi Bumi kali ini yang tepat berada di filamen Perseid yang lebih pekat dari sebelumnya.

Filamen adalah kumpulan meteoroid - sederhananya cikal bakal meteor - untuk hujan meteor tertentu yang membentuk geometri tertentu di langit.

Ketika melewati daerah itu, atmosfer Bumi akan berinteraksi dengan kumpulan meteoroid. Akhirnya, sejumlah debu dan batu terbakar, menghasilkan fenomena hujan meteor.

Fenomena hujan meteor kali ini lebih baik diamati saat dini hari, mulai Sabtu (13/8/2016) pukul 01.00 WIB hingga fajar.

Ma'rufin mengatakan, pengamatan sebaiknya dilakukan tanpa alat. Selain itu, pilih lokasi yang gelap dan lapang sehingga pandangan tak terhalang.

Meteor bisa saja difoto. Namun, tak begitu mudah mendapatkan foto yang bagus bagi awam. Pemotretan mesti dilakukan berulang-ulang dengan kamera DSLR dengan exposure paling tidak 10 detik.

Jangan sampai melewatkan fenomena hujan meteor terbesar tahun ini. Meski hujan meteor Perseid bukan fenomena langka, fenomena tahun berikutnya belum tentu seramai tahun ini.

Selain hujan meteor, ada juga benda langit lain yang bisa diamati malam ini. "Ada segitiga Mars-Saturnus-Antares di atas kepala sekitar pukul 8-9 malam," kata Ma'rufin saat dihubungi Kompas.com, Jumat (12/8/2016).

Selain itu, ada pula Jupiter yangh akan tampak berdekatan dengan Venus dan Merkurius. Namun, itu hanya bisa diamati saat senja.

Hujan meteor Perseid disebabkan oleh debu-debu komet 109 P/Swift Tuttle. Komet ini pertama kali diamati tahun 1862. Hujan meteornya sendiri dinamai Perseid karena meteor seolah-olah berasal dari rasi Perseus.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorYunanto Wiji Utomo
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X