Buang Stres Ternyata Mampu Atasi Diabetes

Kompas.com - 10/08/2016, 11:45 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLatief


KOMPAS.comStres dan tertekan merupakan dua kata yang menggambarkan keadaan Sali--bukan nama sebenarnya—setiap menjelang akhir bulan. Sebagai seorang senior auditor di kantornya, ia bertanggung jawab atas proses tutup buku bulanan. Dia juga harus membimbing para juniornya.

Kewajiban rutin itu bagai mimpi buruk yang selalu menghampiri Sali. Baru pertengahan bulan saja, dia sudah terbayang malam-malam lembur dan kesibukan yang harus dihadapinya.

Akhirnya, Sali membekali diri dengan cokelat, kue, dan kudapan-kudapan mengandung MSG sebagai penghiburan. Tanpa ia sadari, kebiasaan ini memunculkan risiko yang lebih besar baginya, salah satunya penyakit diabetes.

"Stres memicu peningkatan hormon kortisol dalam tubuh. Hal ini membuat tubuh dalam kondisi cemas terus-menerus," kata Casey Crump, pakar kesehatan dari Standford University, seperti dikutip Kompas.com pada Selasa (26/1/2016).

Hormon kortisol tersebut bisa meningkatkan detak jantung serta mempercepat pernapasan. Hormon ini juga menyalurkan glokusa ke dalam darah untuk diubah sebagai energi, yang menaikkan kadar gula darah.

Crump menambahkan, stres juga sering kali diikuti kebiasaan mengonsumsi makanan tidak sehat sekalipun aktivitas fisik sedang rendah. Perilaku ini menggiring seseorang pada kegemukan dan menjadi faktor terjadinya resistensi insulin.

Manajemen stres

Stres kerap kali timbul bukan karena beratnya beban hidup, melainkan pada perspektif seseorang menghadapi tantangan yang harus dihadapinya. Karenanya, mengubah pola pikir merupakan jurus untuk mencegah stres.

Bagi Anda yang berkecimpung di pekerjaan dengan kerawanan tinggi terjangkiti stres, sebaiknya jeli menyikapi rutinitas. Terlebih lagi bila Anda menderita diabetes, hal ini tak sekadar mencegah hidup terasa sesak tetapi juga mengurangi risiko tambahan dari penyakit tersebut.

Shutterstock Ilustrasi

Cari jalan untuk mengubah hal-hal yang mengganggu Anda sebelum menjangkiti pikiran. Misalnya, rutinitas kantor yang menjemukan bisa Anda selingi dengan pergi makan siang di luar bersama teman atau memanfaatkan waktu istirahat untuk olahraga di gym di dekat kantor.

Selain itu, belajarlah untuk lebih santai. Saat dihadapkan pada masalah yang memancing emosi, luangkan waktu selama satu menit sampai dua menit untuk menenangkan diri sebelum menghadapinya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X