Kompas.com - 03/08/2016, 14:00 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
|
EditorLusia Kus Anna

Sama halnya dengan pasien yang merasa dengan menggunakan alkohol dia menjadi lebih relaks dan mengurangi cemasnya. Sayangnya, efek ini hanya saat alkohol masih berefek di otak, setelah tidak lagi ada efeknya, kecemasannya bisa berkali-lipat daripada sebelumnya.

3. Menggunakan obat terlarang jenis stimulan
Walaupun dilarang oleh hukum di Indonesia seperti juga di banyak negara, narkoba jenis stimulan seperti sabu, ekstasi, dan kokain bisa didapatkan di Indonesia. Bahkan, di klub-klub malam tempat dugem biasa sekali kita temukan barang ini.

Stimulan dianggap bisa menambah keceriaan dan kegembiraan saat berpesta. Selain itu, banyak juga yang menggunakan stimulan untuk bekerja dan aktivitas seksual seperti pada sabu dan kokain.

Sayangnya, banyak orang yang beranggapan bahwa menggunakan obat ini sekali-kali tidak masalah yang penting tidak sering. Padahal, ketergantungan terhadap narkoba jenis ini sangat tinggi dan pengaruh jangka panjangnya sangat buruk. Banyak pasien gangguan cemas dan depresi yang saya temui dan agak sulit baik dari kondisi gangguan cemas dan depresinya karena riwayat penggunaan narkoba stimulan di masa lampau.

 Hal ini disebabkan karena narkoba jenis ini memengaruhi bagian otak yang sama untuk pusat kecemasan dan pengaturan emosi manusia, yaitu di sistem monoamine.

4. Kurang aktivitas fisik
Olahraga kadang menjadi barang langka untuk beberapa orang. Kesibukan yang tinggi membuat banyak orang tidak mampu melakukan olahraga rutin. Beberapa pekerjaan seperti saya bahkan membuat saya sendiri tidak banyak melakukan gerak tubuh karena lebih banyak duduk.

Seiring dengan meningkatkan usia, sering kali metabolisme menjadi melambat dan akhirnya membuat asupan makanan sulit diolah baik secara cepat. Hasilnya banyak dari kita mengalami kegemukan atau obesitas yang bisa mengganggu kehidupan kesehatan kita. Ingat juga kesehatan fisik sangat memengaruhi kesehatan jiwa. Jika fisiknya kurang baik, kesehatan jiwanya juga akan mengalami gangguan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

5. Makan sembarangan
Walaupun saat ini banyak pengetahuan di berbagai media tentang makanan sehat, tapi masih banyak yang kurang paham. Masalah yang sering dialami kita di kehidupan sehari-hari adalah kita terlalu banyak makan kalori. Kebutuhan kalori kita dipenuhi secara berlebihan sehingga wajar jika banyak dari kita akhirnya menjadi gemuk.

Kalori berlebih bisa didapatkan dari makan nasi yang berlebihan, gula putih yang berlebihan, banyak makan tepung dan gorengan serta minuman bersoda dan manis. Kalau kita bisa mengurangi makanan dan minuman ini saja dari menu kita sehari-hari, maka pengurangan kalorinya sudah sangat nyata.

Tubuh yang kurang sehat akan mempengaruhi performa kita sehari-hari dan berkaitan dengan adaptasi mental emosional kita.

Demikian sedikit ulasan tentang pola hidup sehat yang mungkin sering kita lupakan. Semoga tulisan singkat ini bisa bermanfaat dan kembali mengingatkan diri kita kembali untuk tetap menjaga pola hidup sehat.

Salam Sehat Jiwa.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.