Gempa Tektonik di Dompu Diduga Picu Aktivitas Gunung Rinjani

Kompas.com - 01/08/2016, 20:02 WIB
Foto yang diambil pada 1 November 2015 ini menunjukkan gunung Baru Jari menyemburkan abu vulkani seperti dilihat dari Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Aktivitas Gunung Baru Jari (2.375 mdpl) terus meningkat dan berstatus waspada. AFP PHOTO / PIKONGFoto yang diambil pada 1 November 2015 ini menunjukkan gunung Baru Jari menyemburkan abu vulkani seperti dilihat dari Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Aktivitas Gunung Baru Jari (2.375 mdpl) terus meningkat dan berstatus waspada.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

JAKARTA, KOMPAS.com - Gempa tektonik di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Senin pagi diduga memicu aktivitas vulkanik Gunung Rinjani. Kondisi Gunung Barujari yang belum stabil masih dapat terpengaruh oleh gempa tektonik.

"Kami menduga bahwa peningkatan aktivitas (Gunung Rinjani) saat ini ada pengaruhnya dari gempa tektonik tersebut," kata Kepala Subbidang Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Devi Kamil Syahbana kepada Kompas.com, Senin (1/8/2016).

Mengapa Gunung Tambora dan Sangeangapi belum terpicu, mengapa Rinjani yang lebih jauh justru mengalami peningkatan aktivitas?

"Dalam seismologi gunung api, dipahami bahwa sistem gunung api yang labil akan lebih rentan terpicu gempa tektonik. Rinjani saat ini belum betul-betul sampai di keseimbangannya, buktinya masih ada asap terus keluar, oleh karenanya begitu tergoncang gempa bumi," kata Devi.

Ia menyebut, pasca-erupsi Rinjani pada kuartal akhir 2015 lalu, aktivitas erupsi kecil masih terjadi sesekali. Menurutnya, hal itu disebabkan Rinjani memiliki karakter erupsi yang lama dan pasca-erupsi puncaknya sendiri membutuhkan waktu untuk kembali ke keseimbangannya.

"Kami masih menganalisis apakah peningkatan ini sifatnya menerus (diikuti oleh letusan yang signifikan) atau transient (sementara, akan menurun kembali karena aktivitasnya yang hanya dipicu gempa)," jelasnya.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutupo Purwo Nugroho dalam siaran pers yang diterima Kompas.com mengatakan guncangan gempa bumi di Kabupaten Dompu menyebabkan tekanan dari dalam perut Gunung Rinjani sehingga menimbulkan letusan.

Seperti diketahui, gempa mengguncang Dompu, Nusa Tenggara Barat pada pukul 06.40 WIB. Gempa itu berkekuatan M 5,7. Saat ini, aktivitas vulkanik anak Gunung Rinjani turut mengakibatkan penutupan Bandara Internasional Lombok.

Akun Twitter Kementerian Perhubungan, Senin sore, menyebutkan bahwa penutupan bandara itu dilakukan mulai hari ini pukul 16.55 Wita hingga Selasa (2/8/2016) pukul 10.00 Wita.

"Penutupan BIL diperpanjang sampai jam 10.00 Wita tanggal 2 Agustus 2016 karena sebagian debu vulkanik sudah masuk di area bandara," demikian pernyataan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Senin.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X