"Ngidam" Gorengan dan Cokelat? Mungkin Tubuh Kekurangan Nutrisi Ini

Kompas.com - 23/07/2016, 16:15 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Kita semua pernah mengalaminya, sudah makan tapi mulut masih ingin terus makan, terutama panganan yang manis, berlemak, atau asin. Kondisi itu disebut juga dengan istilah craving.

Dulu, para ahli nutrisi meyakini bahwa craving merupakan akibat dari kekurangan gizi. Tetapi, jika demikian mengapa jarang ada orang yang sangat ingin makan buah dan sayuran, bukannya keripik atau es krim.

Pemahaman mengenai craving memang terus berkembang. Craving kini dianggap sangat dipengaruhi oleh faktor emosional, kita mencari makanan yang membuat rasa nyaman dan membuat otak melepaskan zat kimia rasa bahagia saat stres.

Penelitian lain menunjukkan, craving bisa muncul karena kita sedang menjalani diet ketat atau pola makan yang cenderung monoton.

Secara umum, ada beberapa gangguan kesehatan yang bisa menyebabkan craving.

- Haus terus
Bila Anda terus menerus merasa haus, meski sudah minum sebotol air, kemungkinan Anda menderita diabetes. Gejala lain yang bisa menyertai adalah sering buang air kecil. Saat kita menderita diabetes, kelebihan gula di dalam darah akan membuat ginjal bekerja keras menyerap dan membuangnya.

- Makananan asin
Kita tidak ingin mengonsumsi sesuatu yang asin karena tubuh membutuhkannya. Apalagi, sebagian besar makanan kita sudah mengandung garam tinggi. Penelitian mengungkap, keinginan makan asin bisa menjadi gejala penyakit Addison, yakni kelenjar adrenal tidak cukup memproduksi hormon yang penting bagi tubuh.

- Mengunyah es batu
Ingin mengonsumsi sesuatu yang tidak mengandung nutrisi, bahkan tidak lazim, seperti es batu, kertas, atau tanah, disebut juga dengan pica. Walau belum diketahui pemicunya, tapi ada sedikit kaitan antara kekurangan zat besi dalam tubuh.

- Cokelat
Ada banyak alasan mengapa kita mendadak ngidam cokelat, tapi salah satunya adalah karena tubuh kekurangan magnesium, mineral yang penting pada fungsi fisik dan jaringan tubuh.

Tentu saja cokelat bukanlah sumber magnesium. Sayuran hijau, kacang-kacangan, ikan, dan kedelai, adalah sumber mineral yang baik. Ya, terkadang apa yang kita idamkan tak selalu sejalan dengan yang tubuh perlukan.

- Gorengan
Bila Anda sangat ingin mengonsumsi makanan berlemak, seperti gorengan, besar kemungkinan tubuh Anda kekurangan omega-3. Padahal, sumber lemak yang baik adalah salmon, alpukat, kacangan-kacangan, dan minyak zaitun.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X