Kompas.com - 10/07/2016, 22:00 WIB
Kendaraan bertenaga listrik karya mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, menjuarai ajang balap mobil hemat energi Shell Eco Marathon Drivers World Championship, di Inggris, pekan lalu. Anggota tim tampak berpose bersama mobil karya mereka di lintasan lomba. Rini KustiasihKendaraan bertenaga listrik karya mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, menjuarai ajang balap mobil hemat energi Shell Eco Marathon Drivers World Championship, di Inggris, pekan lalu. Anggota tim tampak berpose bersama mobil karya mereka di lintasan lomba.
EditorYunanto Wiji Utomo

"Mobil kami terguling saat latihan rem di Bandung. Beberapa sisinya penyok. Pengemudi selamat karena rangka body dilapisi besi," tutur Sriyono.

Pantang menyerah

Latihan terus-menerus dan pengecekan mesin menjadi kekuatan Tim Bumi Siliwangi. Kemunculannya pada SEM Asia sejak 2012 mengejutkan karena berhasil meraih peringkat dalam ajang itu. Dibandingkan dengan tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Tim dari Universitas Indonesia (UI), keikutsertaan UPI tergolong baru. Dua tim lainnya dari Indonesia yang juga diundang berlaga dalam SEM DWC di Inggris itu telah mengikuti lomba mobil hemat energi Shell sejak 2010.

Pada SEM DWC kali ini, baik tim dari ITS maupun UI juga menunjukkan keseriusan dan sikap pantang menyerah. Tim dari ITS sampai detik-detik akhir batas inspeksi teknis masih berupaya menyelesaikan mobil mereka yang terbakar. Mobil itu dilalap api saat dibawa dari Bandara Heathrow menuju Queen Elizabeth Olympic Park.

Meski kemungkinan kecil bisa diperbolehkan mengikut lomba, tim dari ITS bekerja keras memperbaiki mobil Sapuangin 10 yang berbahan bakar solar. Panitia memberikan diskresi dengan membolehkan tim memperbaiki mobil kendati syarat utama untuk berlomba di dalam SEM DWC adalah tidak ada perubahan besar pada badan maupun mesin mobil yang dibawa dari SEM Asia. Pada SEM Asia, ITS juara 1 kategori mobil urbanconcept bertenaga diesel.

Setelah tiga hari berjibaku, tim dari ITS bisa menyelesaikan mobil dan lolos inspeksi teknis. Tim terpaksa memakai material bahan bangunan untuk membuat pintu dan atap mobil. Mereka juga mendapatkan bantuan alat dan material dari UI ataupun UPI. Bahkan, bantuan diperoleh dari tim-tim Eropa dan Amerika. Akan tetapi, ITS tetap tidak diperbolehkan berlomba karena melakukan perubahan besar pada badan mobil.

Tim Sadewa UI yang pada SEM Asia menjadi juara 1 mobil urbanconcept berbahan bakar bensin juga tidak lolos kualifikasi SEM DWC. Tim UI mengalami kerusakan gir transmisi yang membuat mesin mobil mati. Mereka tidak mampu mencetak angka kendati lolos dalam inspeksi teknis. "Ke depannya kami perlu belajar untuk mengatasi kendala ini," kata Alfian Ibnu Pratama (21), Manajer Tim dari UI.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pujian disampaikan Ketua Penyelenggara SEM DWC Danny Van Otterdyk dan Direktur Teknis SEM Asia Colin Chin kepada tim-tim Indonesia. Menurut Colin, mobil-mobil tim Indonesia sangat efisien. Adapun Danny memuji semangat tim Indonesia yang baik.

Dengan menjadi juara SEM DWC, Tim Bumi Siliwangi berhak atas hadiah kunjungan ke markas tim Formula 1 Ferrari di Maranello, Italia, 4-8 Desember 2016. "Ini hadiah Lebaran terbaik. Saya kangen Bandung," kata Ramdani sembari berjingkrak-jingkrak menyanyikan lagu "Halo-halo Bandung" bersama teman-temannya. Selamat! (Rini Kustiasih, dari Inggris)

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.