Cara Mengetahui Pola Diet yang Berisiko

Kompas.com - 05/07/2016, 17:14 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

"Jika Anda berkonsultasi dengan ahli gizi tentang makanan yang butuh dihindari [karena kondisi kesehatan], mereka akan memberi saran Anda tentang makanan lain apa yang Anda butuhkan untuk menebus kehilangan [nutrisi] itu," ujarnya. Ia mengatakan, umumnya tak ada saran seperti itu yang termasuk dalam diet.

3. Dipasarkan dengan testimoni ketimbang bukti ilmiah

Mengangkat kisah pribadi yang menarik tentang individu yang mengubah diet mereka dan berhasil kehilangan berat badan atau pulih dari penyakit yang mengerikan, meninggalkan kesan yang mendalam pada masyarakat, kata Tim Crowe.

Namun, ia mengatakan dalam banyak kasus, individu di anekdot itu mungkin kehilangan berat badan karena mereka secara drastis mengurangi asupan kalori mereka, atau memang menjadi lebih baik berkat remisi kanker atau pengobatan yang mereka jalani.

"Anda cenderung mendengar orang-orang yang mengaku telah melawan kanker dengan mengikuti sebuah pola diet," pendapatnya.

Ia menuturkan, "Anda tak mendengar begitu banyak tentang orang-orang yang membuat perubahan sama dan meninggal karena kanker. Sejauh perhatian publik, anekdot itu jauh lebih kuat daripada uji klinis [penelitian yang dirancang secara ilmiah]."

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X